Tolak Tambang di Kapuntori Buton, HMI Siap di Garda Terdepan

Keterangan Gambar : Ketua Umum HMI Cabang Baubau, La Ode Rizki Satria (Foto: IST)

Potretsultra

BUTON – Aktivitas perusahaan tambang milik PT Energy Revolution di Kecamatan Kapuntori Kabupaten Buton kini menerima penolakan dari warga setempat.

Warga Watumotobe Kecamatan Kapuntori melakukan gerakan penolakan penolakan aktivitas pertambangan dengan menamakan diri Forum Tolak Tambang Kapuntori.

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Baubau yang memiliki lingkup kerja mencakupi wilayah persiapan provinsi Kepulauan Buton merasa turut bertanggung jawab terhadap aspirasi yang saat ini diperjuangkan oleh masyarakat Kecamatan Kapuntori Kabupaten Buton.

Terhadap aksi penolakan tersebut, Ketua Umum HMI Cabang Baubau la Ode Rizki Satria mengaku siap membawa kader-kader HMI berada di garda terdepan atas penolakan aktivitas PT Energy Revolution.

“Kami akan mendukung sepenuhnya gerakan Forum Tolak Tambang Kapuntori yang dilakukan oleh warga dengan pertimbangan bahwa tambang hanya dinikmati oleh segelintir elit yang pada akhirnya hanya akan mengorbankan masyarakat yang bermata pencaharian petani di Kecamatan Kapuntori,” ujarnya kepada Potretsultra.com, Rabu (14/8/2019).

Sebab kata Rizki, dampak lingkungan akibat tambang kedepan akan sangat dirasakan langsung oleh warga. Bukan oleh pejabat-pejabat elit yang mengeluarkan izin pertambangan.

Potretsultra

“Kami menolak aktivitas tambang yang akan dilakukan oleh PT Emergency Revolution selama ini tidak berdampak positif bagi warga dan selama itu menjadi aspirasi sebagian besar masyarakat Kapuntori,” tegasnya.

Secara kelembagaan, lanjut Rizki, HMI Cabang Baubau akan turut mengawal hasil kesepakatan antara warga dan kepala desa yang siang tadi sama-sama ditandatangani sampai pemerintah benar-benar memastikan bahwa kesepakatan tersebut akan segera ditindaklanjuti sesuai keinginan masyarakat.

“HMI Cabang Baubau dalam waktu dekat akan bertemu dengan beberapa tokoh pemuda di Kecamatan Kapuntori untuk membantu warga dalam pengawalan kasus ini,” jelasnya.

Menurut Rizki, pada prinsipnya siapa pun harus ikut bertanggung jawab untuk sama-sama mengawal apa yang menjadi aspirasi masyarakat. Apa lagi ini soal hajatan hidup warga dimasa yang akan datang.

“HMI sebagai salah satu lembaga kader yang salah satu lingkup kerjanya meliputi Kabupaten Buton merasa ikut bertanggungjawab akan apa yang saat ini menjadi perjuangan warga Buton khususnya Kapuntori,” pungkasnya.

Laporan: Redaksi

Potretsultra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *