Tingkatkan Kualitas Pendidikan Dikbud Luncurkan TIK Pembelajaran

Keterangan Gambar :

KENDARI Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra, terus melakukan inovasi dan ide gagasan baru untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.Dalam hal merancang sistem aplikasi era digital Teknologi Ilmu Komunikasi (TIK) pembelajaran di Sekolah.

Kepala Bidang Sosbud Balibangda Sultra, Ridwan Badallah mengatakan, rancangan aplikasi TIK ini baru dilakukan workshop kepada perwakilan guru-guru SMA se Sultra dan setelah pelatihan guru dituntut untuk melakukan uji coba di sekolah dan segera menerapkannya.

Dikatakannya, aplikasi TIK tersebut dari 34 Provinsi se Indonesia, baru Sultra yang akan menerapkannya. Sebab Sultra yang membuat dan mendesain lebih duluan. Inovasi ini sudah diatur dalam Peraturan Presiden (PP) nomor 01 tahun 2016, bahwa diberikan peluang kepada putra-putri daerah untuk memodeling pembelajaran dan penguatan pendidikan di daerah.

Ridwan Bilang manfaat aplikasi TIK untuk pembelajaran di sekolah yakni mampu merekan jejak,memantau dan memotret segala kegiatan akktifitas pembelajaran yang dilakukan oleh siswa dan juga dapat merekam jejak kehadiran siswa itu sendiri.

Ouput yang kita hasilkan adalah memberikan kepada mereka sebuah aplikasi dimana untuk memudahkan guru untuk melakukan penilaian dalam proses kegiatan belajar mengajar," ujar Ridwan saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (29 November 2019).

Ridwan menuturkan, saat ini banyak aplikasi yang disuguhkan Kemendikbud. Seperti aplikasi ard rapor dan berbasis dapodik dan aplikasi itu masih dalam skala penilaian hasil belajar. Penilaian proses belajar mengajar dimana nilai dikumpul dulu dari awal pembelajaran sampai di akhir pembelajaran baru dilakukan penginputan.

Menurutnya, disini akan ada indikasi jika nilai nanti diinput baru dikumpul. Bisa saja nilai tersebut ada nilai siluman. Nilai yang tidak diberikan oleh guru tapi muncul nilai lain.

"Beda halnya dengan aplikasi yang kami tawarkan, mereka melakukan penilaian keseharian siswa dari awal sampai akhir pembelajaran melalui sistem digital tersebut," terangnya.

Untuk mendukung program tersebut, sambungnya, nantinya setelah mereka kembali ke sekolah mereka sudah dibekali aplikasi dalam bentuk hardisk dan master CD. Dimana di dalamnya terdapat aplikasi dan pentunjuk teknis operational.

Ia berkeyakinan, jika aplikasi tersebut benar-benar direalisasikan di sekolah maka sangat berguna untuk sekolah.

Mahasiswa Program Doktoral Manajemen UHO ini menambahkan, peluncuran aplikasi tersebut merupakan ide dan gagasan cerdas oleh Plt Kadis Pendidikan dan Kebudayaan (Kadikbud) Sultra Drs Asrun Lio, yang mengajak Litbangda Sultra khususnya di bidang Sosbud untuk mendesain bidang pembelajaran.

Laporan: La Ismeid

Potretsultra

KENDARI – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra, terus melakukan inovasi dan ide gagasan baru untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.Dalam hal merancang sistem aplikasi era digital Teknologi Ilmu Komunikasi (TIK) pembelajaran di Sekolah.

Kepala Bidang Sosbud Balibangda Sultra, Ridwan Badallah mengatakan, rancangan aplikasi TIK ini baru dilakukan workshop kepada perwakilan guru-guru SMA se Sultra dan setelah pelatihan guru dituntut untuk melakukan uji coba di sekolah dan segera menerapkannya.

Dikatakannya, aplikasi TIK tersebut dari 34 Provinsi se Indonesia, baru Sultra yang akan menerapkannya. Sebab Sultra yang membuat dan mendesain lebih duluan. Inovasi ini sudah diatur dalam Peraturan Presiden (PP) nomor 01 tahun 2016, bahwa diberikan peluang kepada putra-putri daerah untuk memodeling pembelajaran dan penguatan pendidikan di daerah.

Ridwan Bilang manfaat aplikasi TIK untuk pembelajaran di sekolah yakni mampu merekan jejak,memantau dan memotret segala kegiatan akktifitas pembelajaran yang dilakukan oleh siswa dan juga dapat merekam jejak kehadiran siswa itu sendiri.

Ouput yang kita hasilkan adalah memberikan kepada mereka sebuah aplikasi dimana untuk memudahkan guru untuk melakukan penilaian dalam proses kegiatan belajar mengajar,” ujar Ridwan saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (29 November 2019).

Ridwan menuturkan, saat ini banyak aplikasi yang disuguhkan Kemendikbud. Seperti aplikasi ard rapor dan berbasis dapodik dan aplikasi itu masih dalam skala penilaian hasil belajar. Penilaian proses belajar mengajar dimana nilai dikumpul dulu dari awal pembelajaran sampai di akhir pembelajaran baru dilakukan penginputan.

Menurutnya, disini akan ada indikasi jika nilai nanti diinput baru dikumpul. Bisa saja nilai tersebut ada nilai siluman. Nilai yang tidak diberikan oleh guru tapi muncul nilai lain.

“Beda halnya dengan aplikasi yang kami tawarkan, mereka melakukan penilaian keseharian siswa dari awal sampai akhir pembelajaran melalui sistem digital tersebut,” terangnya.

Untuk mendukung program tersebut, sambungnya, nantinya setelah mereka kembali ke sekolah mereka sudah dibekali aplikasi dalam bentuk hardisk dan master CD. Dimana di dalamnya terdapat aplikasi dan pentunjuk teknis operational.

Ia berkeyakinan, jika aplikasi tersebut benar-benar direalisasikan di sekolah maka sangat berguna untuk sekolah.

Mahasiswa Program Doktoral Manajemen UHO ini menambahkan, peluncuran aplikasi tersebut merupakan ide dan gagasan cerdas oleh Plt Kadis Pendidikan dan Kebudayaan (Kadikbud) Sultra Drs Asrun Lio, yang mengajak Litbangda Sultra khususnya di bidang Sosbud untuk mendesain bidang pembelajaran.

Laporan: La Ismeid

Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *