Pengacara Asal Baubau Jadi Kuasa Hukum Sukmawati Soekarno Putri

Keterangan Gambar : Muhammad Zakir Rasyidin (Foto: IST)

Potretsultra

JAKARTA – Pernyataan Sukmawati Soekarno Putri berbuntut panjang setelah dilaporkan beberapa organisasi kemasyarakatan.

Terhitung sudah ada tiga puluh laporan polisi yang dibuat oleh sekelompok orang atas pernyataan tersebut. Tentu pelaporan ini ditanggapi serius oleh Sukmawati Soekarno Putri.

Atas keseriuasan tersebut, Sukmawati menunjuk kurang lebih tiga puluh orang pengacara yang tergabung dalam tim pembela pancasila.

salah satu dari puluhan pengacara tersebut berasal dari Kota Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara, siapa dia? Dia adalah Muhammad Zakir Rasyidin.

Saat dikonfirmasi oleh Potretsultra.com, Zakir membenarkan informasi tersebut bahwa dirinya ikut ditunjuk menjadi pengacara atau kuasa hukum Sukmawati Soekarno Putri.

“Ya ditunjuk Ibu Sukma untuk membela beliau,” ujar Zakir via selulernya, Jumat (29/11/2019).

Mengenai persiapan apa yang dilakukan oleh tim kuasa hukum menjelang pemeriksaan Sukmawati, Zakir menjawab, semua dilakukan dengan biasa saja. Kata dia, tidak ada persiapan khusus.

“Yang pasti, tidak ada maksud untuk menodai agama seperti tuduhan para pelapor,” tuturnya.

Seperti dilansir dari Vivanews.com, pernyataan kontroversial Sukmawati disampaikan dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Divisi Humas Polri  bertajuk ‘Bangkitkan Nasionalisme Bersama Kita Tangkal Radikalisme dan Berantas Terorisme,’ yang digelar pada Senin 11 November 2019 lalu.

Dalam forum itu, Sukmawati menjelaskan apa itu nasionalisme dan sejarahnya yang pertama kali digaungkan sang proklamator Soekarno-Hatta. Menurut dia, jasa pahlawan terdahulu kini dilupakan generasi muda seiring berkembangnya teknologi dan informasi.

Ia lalu melemparkan pertanyaan kepada peserta diskusi yang kebanyakan dihadiri mahasiswa. “Sekarang mau tanya nih semua, yang berjuang di abad 20 itu Nabi yang Mulia Muhammad atau Ir. Soekarno untuk kemerdekaan? Saya minta jawaban. Silakan siapa yang mau menjawab berdiri, jawab pertanyaan ibu ini,” kata Sukmawati.

Sebelum melempar pertanyaan tersebut, Sukmawati menceritakan bagaimana ayahnya Soekarno dan pahlawan lain berjuang memerdekakan bangsa dari belenggu penjajah. Melanjutkan pernyataannya, Sukmawati mengatakan, banyak cerita sejarah bangsa Indonesia luput dari ingatan masyarakat.

Ia kemudian, mencontohkan mantan Presiden Amerika Serikat Thomas Jefferson, yang merupakan salah satu deklarator pendiri negara Paman Sam. Tidak hanya itu, contoh lain yang dikemukakan adalah Thomas Alva Edison, seorang ilmuwan pertama pembuat bola lampu dan pelopor kamera film dan proyektor pada akhir tahun 1880-an.

“(Mereka) orang-orang mulia untuk kesejahteraan manusia. Saya kira itu pemikiran yang ndak benar kalau tidak boleh menghargai atau menghormati mereka yang berbudi mulia,” kata dia.

Namun pernyataan Sukmawati soal siapa yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, apakah Nabi Muhammad atau Soekarno ternyata dianggap melecehkan nabi terakhir umat Islam tersebut. Ia dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas ucapannya itu.

Laporan: Redaksi

Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *