Tidak Layak Huni, Kodim 1417 Kendari Bangun Rumah Kakek La Nggugu

Keterangan Gambar : Kodim 1417/Kendari melakukan aksi bangun rumah tidak layak huni salah satu rumah warga yang bertempat  di Kelurahan Mangga Dua Kecamatan Kampung Salo Kota Kendari (senin 24/2/2020).(Foto:Ist)

KENDARI – Komando Distrik Militer (Kodim) 1417/Kendari melakukan aksi bedah rumah tidak layak huni salah satu rumah warga La Nggugu bertempat di Kelurahan Mangga Dua Kecamatan Kampung Salo Kota Kendari, Senin (24/2/2020).

100 Orang Personil Kodim 1417/Kendari ditambah 30 orang Personel Polresta Kendari diterjunkan langsung untuk melakukan aksi bedah rumah dengan dibantu oleh aparat pemerintahan serta masyarakat setempat.

Dalam kegiatan tersebut turut dihadiri Walikota Kendari Sulkarnain, Kapolres Kendari diwakili Kasat Binmas, Camat Kendari Laode Maluadin Potto, Lurah Mangga Dua Laode Ali, Kapolsek Kendari Kompol Redy, Dinas Sosial Kota Kendari, Urkes Polres Kendari, Lembaga Yayasan Al Azis Kendari, Yayasan Asyifa Macinta Madinah.

La Nggugu (80 tahun) adalah salah satu warga binaan  dari Koramil 10/kota yang mendapatkan bantuan bedah rumah kesehariannya bekerja sebagai pemulung, ia telah hidup sebatang kara dan menempati gubuk tak layak huni sejak 38 tahun silam.

Wali Kota Kendari Sulkarnain dalam sambutannya, pada saat memimpin apel gabungan giat bedah rumah menyampaikan apresiasinya kepada aparat TNI dalam hal ini kepada Dandim 1417/Kendari Kolonel Inf Drs. Alamsyah, Msi. Kepolisian Resort Kota Kendari dan perangkatnya dalam  memberikan respons yang cepat serta koordinasi yang baik terhadap kepedulian kepada masyarakat yang kurang mampu (memprihatinkan).

Wali Kota Kendari juga telah menyerahkan Kartu Tanda Penduduk (KTP), kartu golongan darah serta Kartu Keluarga sebagai bentuk bantuan administrasi kepada La Nggugu. “Mari tetap menjaga koordinasi dalam menanggapi serta merespon kegiatan positif seperti ini agar terus ditingkatkan dan dipelihara,” ucap Sulkarnain.

Sementara Kolonel Inf Drs Alamsyah, M Si mengatakan kegiatan bedah rumah tak layak huni ini merupakan bentuk pembinaan teritorial (binter) hingga melahirkan sinergitas TNI (khususnya Kodim 1417/kdi), Kepolisian serta aparat pemerintahan terhadap rakyat.

“Kegiatan ini adalah salah satu bentuk kepedulian aparat (TNI, red)  terhadap masyarakat kurang mampu yang berada di wilayahnya sehingga outputnya dapat menimbulkan kedekatan antara TNI dan masyarakat. Karna TNI lahir dari rakyat untuk rakyat,” tegasnya.

Alamsyah menjelaskan untuk bahan bahan yang digunakan dalam proses bedah rumah sepenuhnya berasal dari swadaya aparat TNI,  POLRI, Pemerintah setempat serta  Yayasan Lembaga Kemanusiaan yang ada di Kota Kendari.

Laporan: La Ismeid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *