KENDARI – Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulawesi Tenggara (Sultra) kian dekat, para petarung mulai bermunculan mendeklarasikan diri maju berlaga di arena Pilgub 2024 nanti.
Salah satu nama yang telah mendeklarasikan diri siap maju bertarung di laga Pilgub Sultra 2024 yakni Bupati Konawe Utara, Ruksamin. Saat ini Ketua DPW Partai Bulan Bintang itu telah bersafari keliling di sejumlah wilayah baik daratan maupun kepulauan di jazirah Sulawesi Tenggara.
Baru-baru ini selalu Ketua Ikatan Alumni Mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (IKA UMI) Sulawesi Tenggara, Ruksamin juga hadir dalam kegiatan pemeriksaan mata dan pembagian kaca mata baca secara gratis di Kota Baubau.
Yang menarik, Ruksamin akhir-akhir ini nampak sekali intens bertemu dengan Bupati Buton dua periode LM Sjafei Kahar. Bahkan di acara kegiatan IKA UMI Sultra di Baubau, Ruksamin dan Sjafei Kahar juga bersua.
Banyak orang menilai Ruksamin dan Sjafei Kahar menjadi pasangan ideal untuk maju ke arena pertarungan Pilgub Sultra mendatang.
Menurut Pengamat politik Sulawesi Tenggara, Najib Husain bahwa perpaduan antara Ruksamin dan Sjafei Kahar, merupakan konfigurasi ideal antara keterwakilan daratan dan kepulauan. Bukan hanya itu, ini juga bisa disebut perpaduan antara senior dan junior.
Najib menilai, jika Ruksamin dan Sjafei Kahar berkoalisi di Pilgub mendatang maka ini menjadi pasangan yang cukup menarik. Apalagi diketahui, Ruksamin merupakan Bupati Konawe Utara dua periode dan Sjafei Kahar juga Bupay Buton dua periode.
“Ruksamin dikenal sebagai politisi petarung, cakap dan ulet, dan Sjafei Kahar dianggap sebagai tokoh birokrat Sulawesi Tenggara,” ujar Najib Husain, Sabtu (22/7/2023) Kemarin.
Kata Najib, konfigurasi perpaduan antara perwakilan tokoh kepulauan dan daratan menjadi modal tersendiri jika Ruksamin berpasangan dengan Sjafei Kahar. Karena dinilai kuat untuk merebut suara elektoral di 17 kabupaten/kota se Sultra.
Jika ditelisik, Ruksamin selain sebagai Bupati Konawe Utara dua periode, ia juga sebagai Ketua DPW PBB Sultra. Bukan hanya itu, Ruksamin juga saat ini diamanahkan untuk memimpin atau menjadi Koordinator Presidium Korps Alumni HMI (KAHMI) Sultra.
Sedangkan posisi Sjafei Kahar juga tak kalah menarik. Namanya cukup dikenal luas di Bumi Anoa sebagai petarung di Pilgub 2018 silam. Sjafei juga pernah menjabat Bupati Buton dua periode yang saat itu melakukan pemekaran, sehingga ia bisa menjangkau dari Bombana, hingga ke Wakatobi.
“Jadi, napak tilas politik tersebut menandakan keduanya memiliki basis suara yang sangat diperhitungkan,” beber Najib.
Tim Redaksi






















Tinggalkan Balasan