Stiker Label Miskin Penerima Bansos Bakal Dipasang di Tiap Rumah di Konkep

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Sosial Dinsos, Muh Rustam Arifin

KONAWE KEPULAUAN – Siap-siap, dalam dekat ini Dinas Sosial bakal melakukan labelisasi bagi masyarakat penerima bantuan sosial dari pemerintah.

Label tersebut akan ditempel di masing-masing rumah para penerima bantuan sosial dalam bentuk stiker. Bantuan sosial yang dimaksud baik berupa Program Keluarga Harapan (PKH) maupun penerima bantuan sembako atau Beras Sejahtera (Rastra).

Hal ini dikatakan Kepala Dinas Sosial Konkep, Muhammad Rustam Arifin saat ditemui di ruangannya.

“Dalam dekat ini Dinas Sosial akan melakukan labelisasi dengan memasang label-label atau stiker di tiap rumah bagi para penerima PKH bahwa dia masuk masyarakat miskin karena masih menerima bantuan sosial dari pemerintah,” ujar Rustam beberapa waktu lalu.

Melalui program labelisasi ini, Rustam berharap, agar kedepan bagi yang sudah mampu secara ekonomi yang sebelumnya belum sadar menjadi sadar dengan sendirinya karena dia malu dengan kondisi secara ekonomi sudah mapan tapi masih menerima bantuan sosial.

“Bagi KPM yang sudah mampu, yang sudah mandiri, yang kita harapkan adalah mereka bisa mengundurkan diri dan keluar dari penerima program bantuan sosial ini,” harapnya.

“Supaya hak itu bisa dialihkan ke masyarakat yang lain untuk menerimanya,” sambungnya.

Lanjut Rustam, langkah-langkah itulah yang bakal dilakukan kedepan. Saat ini Dinas Sosial Konkep masih dalam tahapan sosialisasi, baik di masyarakat maupun melalui media sosial. Selain itu, kata Rustam, kini pihknya juga sedang menunggu konsultasi dari DPRD Konkep untuk meminta petunjuk terkait langkah-langkah yang akan dilakukan dalam melabelisasi masyarakat miskin.

“Kita usahakan, Insya Allah tahun ini tuntas pelabelan tersebut. Tentu kita akan kerja sama dengan Pemerintah Desa juga,” katanya.

Menurut Rustam, hingga kini telah ada satu orang di Desa Sukarela Jaya Kecamatan Wawonii Tenggara yang menyatakn diri mundur dari penerima bantuan sosial. Sebagai penangung jawab teknis di daerah, Rustam mengaku bersyukur dan berterima kasih atas warga yang berani keluar dari penerima program bantuan tersebut.

“Mudah-mudahan bukan hanya satu orang ini, tapi kedepannya masyarakat yang sudah mampu dengan kesadaran dirinya bisa beramai-ramai mengundurkan diri keluar dari penerima program bantuan sosial,” ucapnya.

Untuk diketahui, tambah Rustam, data KPM PKH Konkep pada tahun 2020 ini berjumlah 3002 penerima, dari tahun sebelumnya 3200-an. “Berarti sudah mengalami penurunan dari tahun sebelumnya,” pungkasnya.

Laporan: Jubirman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *