Soal 49 TKA Cina Masuk Kendari,Ini Klarifikasi Kapolda

Keterangan Gambar : Kapolda Sultra Brigjend Pol Merdisyam (Foto:Ismed)

KENDARI–  Kapolda Sulawesi Tenggara Brigjend Pol Merdisyam,lansung menglarifikasi terkait simpang siur fakta masuknya 49 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China,memang informasi awal yang ia terima dari pihak otoritas Bandara Haluoleo dan Danlanud Haluoleo,seluruh TKA tersebut berasal dari Jakarta.

Merdisyam menampik bahwa memamg informasi awal yang diperoleh dari pihak otoritas Bandara Haluoleo dan Danlanud Haluoleo mengatakan bahwa benar WNA China yang datang adalah berasal dari Jakarta.Hal ini disampaikan tegas Kapolda dalam rapat Forkopimda yang dipimpin Gubernur Sultra.

“Hal itu disebabkan adanya informasi berbeda yang diterima oleh pihak Polda Sultra, dimana informasi yang kami terima bahwa 49 WNA tersebut tiba mengunakan pesawat Garuda GK-696 berasal dari Jakarta. Itu informasi awal yang kami dapatkan,” pungkasnya.

“Atas perbedaan data tersebut,mereka akhirnya TKA tersebut tersebut telah dikarantina dalam inhouse yang disediakan oleh PT. VDNI dengan kontrol yang dilakukan Polda Sultra untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona dengan menjalankan sejumlah protokol,”ujar Kapolda dalam keterangan persnya dengan awak media,Selasa (16/3/2020).

Lanjut Jenderal bintang satu ini, mengenai status ke-49 TKA asal China tersebut yang dikatakan bukan orang baru yang datang dari China, Merdy mengatakan hal itu diketahui berdasarkan konfirmasi langsung dari pihak perusahaan.

Selain itu,informasi yang didapatkan dari pihak otoritas Bandara Haluoleo, hanya mendapat penjelasan asal keberangkatan WNA China. Kan bandara Haluoleo merupakan bandara domestik nasional yang tidak terdapat pemeriksaan keimigrasian pada kedatangan.

“Setelah adanya penghentian penerbangan dari China ke Indonesia dari bulan Februari 2020 pihak perusahaan mengatakan belum ada TKA baru yang datang dari China, dan TKA yang ada (49 TKA) merupakan pekerja lama yang masih bekerja, keberangkatan mereka keluar adalah untuk mengurus perpanjangan visa dan ijin kerja,” ungkapnya.

Informasi awal itu memang berbeda dengan keterangan Kanwil Kemenkunham serta Disnakertrans Sultra menyatakan 49 TKA tersebut datang dari Thailand menuju ke Jakarta. ke 49 WN China tersebut tiba di Kendari dalam rangka uji coba kemampuan bekerja.

Saat itu juga pihak Polda Sultra diberitahu bahwa 49 WNA tersebut telah mengantongi Visa, medical certivicate dan Health Alert Card(HAC) saat tiba di Kendari.

Ditanya perkara kasus pengunggah video, Sarjono(29), Kapolda  menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah melakukan penahanan. Akan tetapi hanya pengambilan keterangan terkait antisipasi isu hoax yang dapat menyebabkan kepanikan masyarakat mengenai virus Corona.

“Kami tidak pernah melakukan penahanan, hanya dimintai keterangan dan statusnya wajib lapor dan tidak juga ditetapkan sebagai tersangka, yang kami proses saat itu adalah terkait kata Corona yang diucapkan pada video berdurasi 58 detik tersebut,”katanya.

Perilaku oknum tersebut tersebut bisa saja menimbulkan kepanikan pada masyarakat, dimana faktanya belum diketahui saat itu.

Mereka menggunakan visa kunjungan B211 yang berlaku 60 hari, yang diterbitkan pada tanggal 14 Januari 2020 di KBRI Beijing untuk kegiatan calon TKA dalam rangka uji coba kemampuan bekerja (Permenkumham Nomor 51 Tahun 2016).

WN China tersebut sempat singgah di Thailand pada 29 Februari 2020. Berdasarkan surat sehat pemerintah Thailand, 49 WN China itu telah dikarantina sejak tanggal 29 Februari 2020 sampai 15 Maret 2020.

Seperti diketahui, 49 TKS China ini berasal dari Provinsi Henan, Hebei, Jiangsu, Shaanxi, Jilin dan Anhui.Mereka datang ke Kendari dari Jakarta menggunakan maskapai Garuda Indonesia dengan kode penerbangan GA-696.

Mereka akan bekerja untuk perusahaan bernama Virtue Dragon Nickel Industri (VDNI) yang beroperasi di Kabupaten Konawe.

Laporan:La Ismeid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *