Presma UHO Desak Gubernur Sultra Serius Cegah Virus Corona

Keterangan Gambar : Presiden Mahasiswa UHO, Pandi Priyono

Potretsultra

KENDARI – Warga Sulawesi Tenggara (Sultra) dihebohkan dengan beredarnya video Warga Negara Asing (WNA) asal China masuk ke Kota Kendari melalui Bandara Halu Oleo beberapa waktu lalu.

Peristiwa masuknya 49 WNA Asal Cina yang masuk ke Kendari melalui bandara Halu Oleo itu kini menjadi perbincangan hangat ini di tengah mewabahnya Virus Corona atau COVID-19. Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UHO, Pandi Priyono ikut angkat bicara.

Kata Pandi, hal tersebut menandakan Pemerintah Provinsi Sultra dalam hal Ini Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi tidak cukup serius dalam mencegah penyebaran Virus Corona (Covid-19).

“Percuma saja tempat wisata ditutup dan proses belajar mengajar di sekolah-sekolah dan bahkan di perguruan tinggi diliburkan dalam hal ini sistemnya diubah dengan sistem belajar online, kalau kemudian pintu-pintu keluar masuk seperti bandara dan lain-lain masih terbuka lebar, apalagi untuk orang-orang yang berasal dari daerah yang sudah terpapar virus Corona,” ujar Pandi kepada Potretsultra.com, Selasa (17/3/2020).

“Saya khawatir jangan sampai masuknya TKA atau warga negara asing lainnya yang berasal dari negara terpapar virus Corona ini juga ada yang melalui jalur laut dan jalur darat,” sambungnya.

Potretsultra

Presiden Mahasiswa (Presma) UHO ini mendesak Gubernur Sultra Ali Mazi harus mengambil tindakan lebih efektif sebagai upaya Preventif jika betul-betul peduli terhadap masyarakat Sultra. Pandi meminta agar 01 Sultra itu tidak hanya sekedar mengeluarkan surat edaran semata.

Karena menurut Pandi, ini terlihat dari video yang beredar menandakan bahwa masih sangat leluasa bagi orang luar yang berasal dari negara terpapar virus corona masuk ke Sultra.

“Saya meminta Gubernur Sultra Ali Mazi untuk lebih fokus terhadap kepentingan masyarakat dan mengedepankannya, bukan fokus pada hal-hal lain,” tegasnya.

Selain itu, Pandi juga mendesak Kapolda Sultra harus bertanggung jawab penuh atas pernyataannya tentang beredarnya video masuknya puluhan TKA asal China di Sultra yang menimbulkan kegaduhan dan kesimpangsiuran informasi di tengah masyarakat, di tengah kekhawatiran tentang penyebaran virus corona yang semakin meningkat.

“Dalam situasi dan kondisi seperti ini seharusnya seorang pimpinan kepolisian sekelas Kapolda Sultra memberikan pernyataan yang akurat sehingga tidak menimbulkan kegaduhan dan kesimpangsiuran informasi terhadap masyarakat bukan malah sebaliknya,” pungkasnya.

Laporan: Redaksi

Potretsultra Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *