Pengamat Hukum:Pembangunan Gedung Baru DPRD Sultra Hanya Wacana

Keterangan Gambar : LM Bariun

Potretsultra

KENDARIKriktik pembangunan gedung baru DPRD Sultra yang disampaikan lansung Gubernur Sultra Ali Mazi,terus menimbulkan pro dan kontrak baik dari kalangan politisi hingga kalangan pengamat.Kali ini muncul tanggapan dari pengamat praktisi hukum Tata Negara Dr LM Bariun.

Menurutnya, bergulirnya rencana pembangunan gedung DPRD Provinsi Sultra,sifatnya hanya statment,wacana saja, bukan bentuk keseriusan.Mungkin karena adanya anggota DPRD sehingga melempar wacana tersebut apakah ada tanggapan positif atau seperti apa.

“Gubernur hanya melihat tanggapan masyarakat saja apakah setuju dengan gedung itu atau tidak kalau melihatnya tidak setuju yah tidak akan munkin diteruskan.Lagian itu bukan progres beliau,yang menjadi progres utamanya itu kan sesuai program visi misinya seperti jalan dan pembangunan perpustakaan.

Saya pikir keliru orang menanggapi pernyataan pak gubernur membangun kantor DPRD baru.Sebab kantor DPR masih reseptentatif,”ungkap Bariun saat ditemui di Kampus Unsultra,Kamis (17 Juli 2019).

Selain itu juga kaitanya dengan statment pertambangan sudah diingatkan kepada beliau bahwa statment itu tidak menyejukan masyarakat dan menimbulkan dampak negatif pada proses pembangunan dan proses pemerintahan.

Potretsultra

“Saya pikir semua pihak akan menyadari itu,kita berharap jangan terpancing dengan statment yang menggiur suasana yang tidak kondusif,”imbuhnya.

Pak gubernur akan kosentrasi pada visi dan misinya untuk membangun bumi anoa ini lebih baik.Untuk itu kata dia,sebagai akademik maupun pengamat harus mampu mengklasifikasi persoalan apakah hanya statment berdampak keseriusan atau tidak.

“Sebab kalau kita tidak mampu klasifikasi maka kita bisa jadi menjadi bagian provokator dari akar masalah tersebut,”jelasnya.

Sambung Direktur Pasca Sarjana Ilmu Hukum Unsultra ini, Sultra ini,unggulanya karena berjalanya tambang.

“Kita harapkan pengelolanya itu berdampak pada kesejateraan rakyat tidak berimbas pada kepentingan orang luar.Maksudanya orang diluar disini kita tidak bisa menutup mata orang yang mempunyai IUP hari ini adalah kita tidak bisa katakan,kita murni dari kita sendiri tetapi dari luar negeri dari,Cina,Korea dan negara lain,”ungkapnya.

Bariun berharap kepada pemerintan harus mengelolahnya dengan baik agar membawa kenikmatan kesejateraan masyarakat Sultra dinamis dan kondusif.

Laporan:La Ismeid

Potretsultra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *