Pengacara Ini Dipolisikan Dugaan Pengrusakan Lahan, Terlapor: Itu Hak Mereka

Keterangan Gambar : Terlapor, Rizal SH MH saat menunjukan sertifikat tanah. Foto: Aden

Potretsultra

KENDARI – Dugaan pengrusakan lahan milik Hj Gunawati yang berlokasi di Jalan Komjen DR HM Yasin di Kelurahan Mokoau Kecamatan Kambu yang berujung pelaporan di Mapolda Sultra diduga dilakukan oknum pengacara bernama Rizal SH MH berteman sekiranya mendapat tindakan.

Hal itu seperti disampaikan kuasa hukum Hj Gunawati selaku pelapor, Muhammad Saleh SH yang meminta penegak hukum untuk menindak tegas dan memproses sesuai tindak pidana yang dilaporkan.

“Klien kami sudah melaporkan tindak pidana pengrusakan sesuai tanda bukti laporan bernomor 149/V/2021/SPKT Polda Sultra tertanggal 3 Mei 2021 sekitar pukul 22.20 Wita. Laporan tersebut diterima oleh AKP Muh Naim selaku Ka Siaga I SPKT Polda Sultra,” ujarnya kepada sejumlah awak media, Selasa (4/5/2021).

Muh Saleh mengatakan, pengrusakan pintu pagar, tanaman dan lainnya yang disuga dilakukan oleh Rizal berteman itu dilakukan di lahan milik kliennya Hj Gunawati seluas kurang lebih 2 hektar yang telah dikuasai dengan bukti Surat Keterangan Tanah (SKT) tahun 2008 silam.

“Pengrusakan yang dilakukan oleh pelaku itu merupakan tindak pidana sesuai dengan KUHP pasal 170 KUHP dan pasal 406 KUHP tentang pengrusakan secara bersama sama. Saya kira sangat jelas, karena itu kami minta ini untuk diatensi dan diproses hukum,” katanya.

Disebutkan, pelaku pengrusakan di atas lahan milik kliennya itu adalah seorang pengacara dan dilakukan pada malam hari bersama dengan sejumlah warga lainnya.

“Sekali lagi kami meminta bahwa laporan kami di Polda untuk diproses hukum sesuai dengan tindak pidana yang dilakukan. Tentunya harapan kami ada keadilan atas tindak pidana yang dilakukan oleh pelaku,” tandasnya.

Di tempat terpisah, Rizal SH MH yang ditemui awak media mengaku siap menghadapi Laporan Polisi yang dilaporkan Hj Gunawati di Polda Sultra.

Kata dia, selaku warga yang taat hukum akan menghormati proses hukum yang dilakukan oleh penegak hukum.

“Itu hak mereka untuk melaporkan tindak pidana pengrusakan seperti dalam laporan di Polisi. Soal siapa yang merusak dan apa yang dirusak itu nanti kita lihat dalam proses hukum,”

Terlebih kata Rizal, lahan yang dimaksud pelapor adalah lahan milik kliennya yang dibuktikan dengan sertifikat yang diterbitkan pada tahun 2007 oleh BPN Kendari.

“Tanah itu bersertifikat, bahkan sejak 2007 silam ada setifikatnya,” ujarnya saat ditemui di kantornya.

Ia juga mengaku tidak tahu menahu terkait pengrusakan pagar mana yang dilaporkan terhadapnya.

“Saya juga bingung pagar mana yang saya kasih rusak. Itu tidak pernah dilakukan,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat Humas Polda Sultra, Kompol Dolfi Kumaseh membenarkan jika ada laporan polisi yang masuk di SPKT Polda Sultra pada tanggal 3 Mei 2021 malam.

“Benar ada laporan masuk soal tindak pidana pengrusakan. Terkait itu Polisi akan melakukan penyelidikan atas laporan tersebut untuk selanjutnya akan mengundang kedua bela pihak untuk dimintai keterangan,” ujarnya singkat melalui pesan WhatsApp.

Laporan: Aden

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *