Pemuda Dua Desa di Buton Saling Serang, KNPI Angkat Bicara

Wakil Ketua DPD KNPI Kabupaten Buton, Muhammad Risman (Foto: IST)
Keterangan Gambar : Wakil Ketua DPD KNPI Kabupaten Buton, Muhammad Risman (Foto: IST)

BUTON – Insiden pembakaran 30 unit rumah di Desa Gunung Jaya dipicu atas pemuda dari Desa Sampuabalo dan Desa Gunung Jaya Kecamatan Siontapina Kabupaten Buton yang saling serang.

Bentrok antar pemuda ini membuat Wakil Ketua DPD KNPI Buton, Muhammad Risman angkat bicara. Kata dia, bentrok antar warga kampung terjadi di Desa Sampuabalo dan Gunung Jaya kecamatan Siontapina ini seakan menjadi tradisi bagi di daerah setelah Shalat Id atau di hari lebaran.

“Tidak dapat dipungkiri jika tidak dipikirkan solusinya ini menyebabkan akan terjadi pada momentum lainnya. Apakah itu ada dendam lama atau tidak? Tetapi sebagai Pemuda ini harus di sikap serius,” ujar Risman via selulernya, Kamis (6/6/2019).

Menurut Risman, peran pemerintah Daerah (Pemda) dan Pemerintah Desa (Pemdes) memiliki kewajiban tangungg jawab melakukan tindakan pencegahan terhadap masalah-masalah yang terjadi di masyarakat. Karena katanya, ini akan menimbulkan keresahan masyarakat sebelum kepada pihak berwajib dalam hal ini aparat TNI/Polri melakukan tindakan. Namun, apresiasi setinggi-tingginya atas Kinerja TNI/Polri yang cepat melakukan tindakan pengamanan hingga malam masih berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Seharusnya peran Pemda bersama Pemdes setempat mengajak kepada seluruh masyarakat dapat melakukan kegiatan-kegiatan positif yang mencerdaskan agar hal-hal yang tidak diinginkan seperti kejadian di Desa Gunung Jaya tidak terjadi,” jelasnya.

“Lanjut, dan juga mengucapkan terima kasih kepada pihak Kepolisian serta TNI yang telah berjaga mengawal aksi bentrok antar warga di desa,” sambungnya.

Pada bagian ini, kata Risman, pemuda dapat menjadi garda terdepan sebagai generasi daerah yang memiliki peran paling penting mengajak masyarakat desa merasa Kamtibmas terjamin kondusif. Oleh karena itu, perlu adanya kekuatan gerakan pemuda bersama TNI/Polri melakukan tindakan-tindakan sosialisasi peningkatan keamanan.

“Pastinya pemuda sangat diharapkan dalam situasi seperti itu untuk tidak melakukan gerakan-gerakan tambahan karna demi Kamtibmas bersama seluruh stakeholder terutama TNI/Polri,” katanya.

Lanjut Risman, KNPI Buton berharap kepada Pemda dan Pemdes untuk menghindari hal serupa dapat dibuatkan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat misalkan bentuk dialog atau diskusi publik agar generasi atau Pemuda mendapat tanggung jawab sosial dan memiliki peran penting. Karena banyak program penting oleh Pemdes yang membutuhkan pemikiran, gagasan dari pemuda.

“Saya mengajak kepada semua pemuda terutama untuk menghindari pertikaian tetapi marilah memberikan contoh yang baik dengan saling berbagi, menjaga, memaafkan apalagi ini masih dalam suasana momentum lebaran hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1440 H,” tutupnya.

Laporan: Jubirman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *