Pemuda Buton: Ajak Semua Pemuda Gelar Rekonsiliasi

Keterangan Gambar : Pemuda Buton, Muhammad Risman

BUTON – Pemuda Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara menyikapi berbagai macam persoalan yang terjadi di daerah dan di berbagai daerah seluruh Indonesia. Bahwa saat ini perlu kekuatan bersama untuk saling bersinergis antar semua pihak terutama pemuda dalam mengambil peran sebagaimana mestinya.

Salah satu tokoh pemuda Buton, Muhammad Risman sangat berkeyakinan jika rekonsiliasi pemuda merupakan alternatif dalam menguatkan antar pemuda di daerah. Pemuda sebagai agen of change dapat mewujudkan kedamaian yang bertujuan sangat baik.

Langkah-langkah perjuangan pemuda sudah, kata Risman, menjadi ahli waris perubahan untuk terus digalangkan. Sejak dahulu, pemuda telah menjadi pelopor perjuangan. Sebagai kelompok penengah pemuda harus memposisikan sebagai pihak secara netralitasnya untuk dapat menyatukan semua pihak-pihak.

“Ayo kita galangkan rekonsiliasi untuk pemuda duduk bersama dengan stakeholder yang ada karena banyak persoalan yang akan dihadapi kedepan oleh bangsa ini. Terutama di daerah. Egosentrisme yang membawa dampak ‘kesia-siaan’ yang dapat menjerumuskan nasib daerah ke hal yang buruk itu segera kita tanggalkan atau hilangkan,” ujarnya kepada Potretsultra.com, Senin (30/9/2019).

Lanjut Risman, jika daerah yang dicintai bersama akan terus dibiarkan bergejolak. Tidak akan ada penyelesaian sementara masyarakat harus terjamin nyaman dalam hidupnya maka sudah saatnya kita menyatuhkan pikiran.

“Jadikanlah perbedaan pendapat sebagai khazanah untuk memperbanyak ide, konsep agar setiap keputusan dapat diterima semua pihak,” ungkapnya.

Hal itu, menurut Risman,disebabkan meninggalnya dua orang mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) saat aksi unjuk rasa di Depan Gedung DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Kamis (26/9/2019) menjadi catatan buruk penanganan aksi masa yang pernah terjadi di Bumi Anoa. Namun, harus didukung langkah cepat kepolisian dalam mengusut tuntas kasusnya.

“Terutama menyikapi langkah cepat Polri melalui tim yang dibentuk Polda Sultra dalam pengusutan kasus meninggalnya dua mahasiswa UHO yang gugur saat melakuan demostrasi didepan kantor DPRD Sultra beberapa hari lalu, maka mari kita dukung dan kawal tim Polri sebagai penegak hukum untuk menuntaskan kasusnya,” pungkasnya.

Laporan: Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *