Paslon Dilarang Bawa Massa Pendukung Saat Debat Kandidat

Keterangan Gambar : Ketua KPU Provinsi Sultra, La Ode Abdul Natsir (Foto: IST)

Potretsultra

KENDARI – Dalam bulan November ini, para kandidat kepala daerah di tujuh kabupaten di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bakal bertemu satu panggung untuk adu program dan konsep.

KPU sudah menyiapkan momentum itu lewat gelaran debat publik atau yang lazim disebut debat kandidat. Hanya saja, demi menjaga protokol kesehatan, kegiatan itu tidak boleh terlalu ramai. Massa pendukung dilarang hadir.

“Hanya pasangan calon, plus empat orang tim kampanye masing-masing kandidat yang dibolehkan ikut,” ujar Ketua KPU Provinsi Sultra, La Ode Abdul Natsir dalam keterangan persnya beberapa waktu lalu.

Selain itu, lanjut Ketua KPU yang juga akrab disapa Bang Ojo ini, di arena tentu saja harus ada lima orang anggota KPU penyelenggara kegiatan plus dua orang perwakilan Bawaslu. Catatan pentingnya, setiap yang ada di arena debat wajib taat protokol kesehatan COVID-19.

Bukan saja tak boleh mendatangkan massa pendukung, tim kampanye yang diundang tak diijinkan membawa atribut kampanye dan juga meneriakkan yel-yel atau bentuk dukungan kepada pasangan calon yang dapat mengganggu acara.

“Kami akan pastikan agar undangan yang hadir tidak melakukan intimidasi dalam bentuk ucapan dan/atau tindakan yang mengganggu kegiatan. Tim kampanye juga bertanggung jawab menjaga ketertiban tim masing-masing,” tegasnya.

Kata Bang Ojo, debat kandidat ini bakal dilaksanakan KPU penyelenggara Pilkada pada November dan hanya dilaksanakan 1 (satu) kali debat di masing-masing daerah yang melaksanakan debat karena keterbatasan anggaran selama masa kampanye. Tergantung kemampuan dan kesiapan KPU pelaksana. Yang jelas, soal waktu ini, akan dirundingkan bersama tim kampanye kandidat untuk menyepakati jadwal yang tepat.

“Debat publik atau debat kandidat ini amat penting bagi pemilih agar mereka bisa mendapat informasi secara menyeluruh sebagai salah satu pertimbangan menentukan pilihan. Lewat debat, kandidat bisa mengelaborasi profil, visi dan misi serta program kerja mereka untuk daerah. Mereka juga bisa menggali lebih dalam dan luas atas setiap tema yang diangkat dalam kegiatan debat itu,” jelasnya.

Laporan: Jubirman

Potretsultra
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *