Ini Materi Debat Kandidat pada Pilkada Serentak 2020

Keterangan Gambar : Ilustrasi

KENDARI – Para kandidat petarung Pilkada di 7 daerah wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bakal ‘berdebat’ pada November 2020 ini.

Ketua KPU Provinsi Sultra, La Ode Abdul Natsir menjelaskan, secara teknis acara debat akan dipandu oleh moderator termasuk pendalaman materi debat, durasi debat selama 120 (seratus dua puluh) menit dengan rincian 90 untuk segmen debat dan 30 menit untuk jeda iklan layanan masyarkat (ILM). Sedangkan durasi debat publik/ debat terbuka untuk lebih dari 3 (tiga) pasangan calon selama 150 (seretus lima pulih) menit,  120 menit segmen debat sedangkan 30 menit untuk iklan layanan masyarkat.  Namun jika kandidatnya lebih tiga pasangan maka waktunya ditambah jadi 150 menit.

“Proses debat diawali dengan penyampaian visi, misi dan program, pendalaman oleh moderator, kemudian ditutup dua segmen tanya jawab antar kandidat, dan penutup berupa pernyataan penutup masing-masing pasangan calon closing statement,” ujar Ketua KPU yang akrab disapa Bang OJo ini dalam keterangan resminya beberapa waktu lalu.

Lanjut Bang Ojo, tentang materi atau tema debat, selain hal-hal yang normatif seperti soal meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memajukan daerah, meningkatkan pelayanan masyarakat, menyelesaikan persoalan daerah, menyerasikan pelaksanaan pembangunan daerah Kabupaten/Kota dan Provinsi dengan Nasional serta memperkokoh NKRI dan kebangsaan, kandidat juga bakal ditanya secara khusus soal kebijakan dan strategi penanganan wabah Covid-19, isu narkoba, pemberantasan korupsi, ketenagakerjaan, pendidikan, teknologi informasi, lingkungan hidup, disabilitas, peranan perempuan, dan sebagainya.

 “Tema spesifik debat ini disusun bersama tim penyusun yang materi sesuai keahliannya, baik dari profesional, akademisi, maupun tokoh masyarakat,” jelasnya.

Peran dan kewajiban moderator debat, tambah Bang Ojo, menjaga keberimbangan perlakuan dan kesempatan kepada tim calon atau paslon, memberikan waktu dan kesempatan yang sama bagi tiap calon atau paslon, dan moderator dilarang memberikan ipink, komentar, penilaian dan kesimpulan terhadap jawaban atau tanggapan calon atau paslon.

“Moderator wajib memenuhi kulafikasi yaitu mempunyai integritas, jujur, simpatik, dan kapasitas sesuai bidangnya, bersikap netral, tidak memihak dan tidak mempunyai hubungan dengan parpol/gabungan parpol, paslon dan/atau tim kampanye serta mempunyai kemampuan tampil dan berbicara di muka publik,” terang Bang Ojo.

“Moderator dan Tim Penyusun Materi Debat sebelum melaksanakan tugasnya harus menandatangani Pakta Integritas,” sambungnya.

Laporan: Redaksi

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *