Catat! Ini Jadwal Debat Kandidat di 7 Pilkada Wilayah Sultra

Keterangan Gambar : Ilustrasi

Potretsultra

KENDARI – KPU penyelenggara Pilkada serentak bakal menggelar debat kandidat pada November 2020 ini.

Ketua KPU Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Abdul Natsir menjelaskan, Kabupaten Muna menjadi daerah yang mendapatkan kesempatan pertama untuk melakukan debat kandidat di Pilkada serentak 2020 ini yakni 5 November 2020. Kemudian disusul Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) yang bakal menggelar debat kandidat pada 13 November 2020.

Setelah itu, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) siap menyelenggarakan debat kandidat pada 16 November 2020. Sehari setelah itu, pada 17 November 2020 Kabupaten Buton Utara (Butur) juga siap menggelar acara debat kandidat. Sementara Kabupaten Wakatobi akan melaksanakan debat kandidat pada 22 November 2020.

“Untuk Konsel masih akan Rakor pada 5 November, dan Konut akan Rakor 3 November,” ungkap pria yang akrab disapa Bang Ojo ini, Minggu (1/11/2020).

Bagi kandidat yang berhalangan hadir dengan alasan tertentu, meski sebelumnya sudah menyatakan kesiapan, kata Bang Ojo, KPU tetap memberi toleransi. Jika kandidatnya tak hadir karena alasan sedang melakukan perjalanan ibadah maka harus dibuktikan dengan surat keterangan dari lembaga yang berwenang. Sementara jika kandidatnya sakit, maka wajib dibuktikan dengan surat keterangan dokter dari dokter.

“Keterangan itu diserahkan kepada KPU Kabupaten paling lambat tiga hari sebelum debat digelar,” jelasnya.

Menurut Bang Ojo, debat nantinya digelar di studio lembaga penyiaran atau di tempat lainnya yang memadai untuk menempatkan panggung debat, kru stasiun televisi atau radio, tim kampanye kandidat, serta tamu undangan lainnya.

Pelaksanaan debat dapat disiarkan secara langsung di televisi dan/atau Radio serta dapat disiarkan ulang pada masa kampanye. Bila tak bisa disiarkan langsung karena keadaan tertentu, maka bisa lewat mekanisme siara tunda, sepanjang rekaman debat itu disiarkan di masa kampanye.

“Siaran ulang itu harus utuh, dan tidak diperkenankan mengurangi bagian dan/atau segmen tertentu yang dapat merugikan atau menguntungkan pasangan calon tertentu,” terang Bang Ojo.

Apabila KPU penyelenggara mengalami keterbatasan untuk melakukan penyebarluasan debat lewat siaran di televisi atau radio, debat dapat disiarkan melalui metode streaming pada Media Sosial atau Media Daring, atau penyiaran melalui lembaga penyiaran komunitas.

“Perlu ditambahkan bahwa semua proses debat nantinya, semua pihak yang terlibat wajib taat pada prtokol kesehatan Covid-19,” pungkasnya.

Laporan: Man

Potretsultra
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *