Ombudsman Angkat Bicara Soal Polemik Sumbangan Komite SMAN 4 Kendari

Keterangan Gambar : Kepala Ombudsman Sulawesi Tenggara, Mastri Susilo

KENDARI – Kepala Ombudsman Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Mastri Susilo ikut angkat bicara perihal adanya polemik uang komite berupa sumbangan di SMAN 4 Kendari.

Menurut Mastri, pada prinsinya pihak komite sekolah diperbolehkan melakukan pengumpulan uang sumbangan dari sejumlah pihak. Baik dari orang tua siswa, maupun dari pihak lain yang siap memberi sumbangan untuk sekolah.

“Secara prinsip Komite Sekolah dapat melakukan pengumpulan sumbangan dari para pihak bukan hanya dari orang tua siswa,” ujar Kepala Ombudsman Sultra Mastri Susilo saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (21/7/2022).

Mastri menegaskan, pihaknya tidak mempersoalkan adanya sumbangan dari siapapun untuk sekolah. Asalkan sumbangan tersebut bersifat sukarela dan tidak mengikat.

“Karena sifatnya sumbangan jadi sukarela dan tidak mengikat serta tidak berkonsekuensi terhadap proses belajar mengajar,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan seperti dilansir dari britakita.net, bahwa SMAN 4 Kendari membuat rencana kerja Komite tahun pelajaran 2021 – 2022 dimana totalnya mencapai Rp 2,1 Miliar. Anggaran tersebut nantinya berasal dari sumbangan orang tua yang diambil secara sukarela.

Namun ada oknum yang menyebut dirinya sebagai orang tua siswa yang mengeluhkan iuran yang katanya sukarela itu. Karena kata dia, beberapa waktu lalu anaknya yang belum memberikan sumbangan tidak diberikan kartu ujianujian oleh pihak sekolah.

“Nanti kami bayar, baru dikasih itu kartu ujiannya anakku, saya pikir sumbangan itu sifatnya tidak wajib tapi nyatanya menjadi syarat, kalau tidak bayar ya tidak dapat kartu ujian,” katanya.

Menanggapi hal itu, Kepala SMAN 4 Kendari, Liyu membantah adanya paksaan tersebut. Bahkan ia menyebut bahwa sebelum adanya sumbangan tersebut dirinya duduk bersama dengan seluruh orang tua siswa yang disaksikan langsung oleh pihak Ombudsman Sultra, Anggota DPRD, dan pihak kepolisian.

“Bisa tanya ke Ombudsman hasil rapat kami karena mereka ada,” tegas Liyu.

Laporan: Redaksi

Potretsultra Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *