Mengenang Kehadiran PT Pelni di Baubau dan Bangkitnya Perekonomian

Keterangan Gambar : Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse (Sumber: Dinas Kominfo Kota Baubau)

BAUBAU – Kehadiran PT Pelni sejak pertama kalinya di Kota Baubau pada tahun 1985 merupakan awal dari kebangkitan perekonomian di kawasan ini.

Kontribusi PT Pelni sangat bermanfaat di kawasan ini. Hal ini dapat terlihat paling tidak dari Disparitas harga di Baubau pengaruhnya dalam artian yang ideal. Hal tersebut dikatakan Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse saat memberikan sambutan pada peresmian kantor baru PT. Pelni Cabang Baubau, Jumat (7/10/2022) Kemarin.

Lebih lanjut, Ahmad Monianse menjelaskan, kehadiran PT Pelni semakin mengukuhkan bahwa kawasan ini benar-benar merupakan kawasan maritim yang pernah jaya di masanya. Kesultanan Buton adalah merupakan otoritas kawasan ini dahulu dan menjadi perlintasan jalur rempah dunia.

“Mengapa kesultanan Buton bikin benteng, hal ini dikarenakan begitu besar ancaman atas hadirnya lalu lalangnya perdagangan internasional di kawasan ini. Dan kawasan ini memang dibangun dari jalur laut, sebagaimana perekonomian Kejayaaan Kesultanan Buton, kejayaan kawasan ini,” jelasnya.

Kata orang nomor satu di Kota Baubau itu, bahwa PT Pelni hadir hampir 30 kali dalam sebulan dan benar-benar mendinamisir perekonomian. Sehingga tugas PT Pelni antar pulau membangun transportasi laut yang lancar dan tepat waktu selalu hadir dan benar-benar dapat dilaksanakan di nusantara ini.

“Mudah-mudahan dengan pembangunan kantor baru PT Pelni Baubau semangat bekerja semakin meningkat,” ungkapnya.

Lebih lanjut ditambahkan, satu hal yang biasanya dilakukan kapal milik PT Pelni hadir di Baubau yakni menyisihkan waktu 2 sampai 4 jam baik untuk bongkar muat maupun untuk pengisian air maupun yang lainnya.

“Dalam kurun waktu 2 sampai 4 jam ini merupakan waktu yang cukup buat penumpang kapal milik PT Pelni untuk berwisata di Baubau,” katanya.

Oleh sebab itu, Ahmad Monianse menyebut, kedepan perlu dilakukan MOU antara Pemkot Baubau dan PT Pelni. Hal ini agar 1 jam menjelang kapal sandar di pelabuhan Murhum Baubau itu ada pemberitahuan dari kapal milik PT Pelni kepada para penumpang bahwa Pemkot Baubau akan menyiapkan bus wisata kepada penumpang dengan waktu 1 atau 2 jam untuk keliling Kota Baubau.

“Mudah-mudahan ini kita bisa rintis tanda tangan MOU-nya agar keindahan Baubau dengan segala macam tawaran pariwisata seperti wisata sejarah, laut, pantai, gua, minat khusus alam lainnya banyak dan ini bisa dicapai dalam waktu tidak lebih dari 30 menit dan sudah bisa menikmati keindahan Baubau,” terangnya.

“Jadi kalau 1 atau 2 jam penumpang PT Pelni bisa menikmati keindahan Baubau dan kami siapkan bisnya dan diantar keliling. Mudah-mudahan ini bisa terlaksana,” harapnya.

Sementara itu, menyambut baik keinginan dari PT Pelni untuk membangun galangan kapal di Baubau, ahmad Monianse memberikan dukungan demi untuk perbaikan. Pasalnya, pembangunan galangan kapal yang kalau orang Baubau menyebutnya bengkel laut tersebut sesungguhnya sudah pernah dibicarakan bersama Wali Kota Baubau sebelumnya Almarhum Dr H AS Tamrin, MH.

Berdasarkan letak geografis dan beberapa data, mendapatkan informasi bahwa posisi ini sangat menguntungkan sebab tidak sedikit kapal-kapal nelayan maupun kapal-kapal barang lainnya yang lalu lalang di jalur ALKI 2 maupun ALKI 3 mengalami gangguan biasanya ditarik ke Surabaya. Sehingga, bila galangan kapal atau bengkel laut ada di Baubau, apalagi galangan kapalnya kapasitas besar, tentunya bagi Pemkot Baubau akan menyambut baik.

Bahkan, dari aspek kewilayahan, kata Ahmad Monianse, Pemkot Baubau akan menyiapkan regulasi untuk mendukung hal ini. Sehingga PT Pelni tidak hanya menjadi pelayan rakyat antar pulau tapi juga mengembangkan bisnis lain seperti galangan kapal atau bengkel laut di kawasan ini.

Sumber: Dinas Kominfo Kota Baubau

Potretsultra Potretsultra Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *