LMND Kendari Desak Kapolda Sultra Bebaskan 12 Mahasiswa Penolak RUU Omnibus Law

Keterangan Gambar : Suasana penangkapan mahasiswa UHO saat aksi penolakan RUU Omnibus Law Cipta Kerja. (Foto: Istimewa)

KENDARI – Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kota Kendari mendesak Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tenggara (Sultra), Brigjen Merdisyam agar membebaskan 12 mahasiswa yang ditangkap saat melakukan aksi penolakan RUU Omnibus Law Cipta Kerja di DPRD Sultra, pada Senin (23/3/2020).

Ketua LMND Kendari, La Ode Agus menuturkan, aksi demonstrasi yang mengatas namakan “Aliansi Rakyat Sultra Menggugat” bertujuan untuk menolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja, penyelesaian kasus penembakan dua mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) dan desakan kepada Pemprov Sultra untuk meliburkan para tenaga kerja di Sultra yang rentan terpapar Virus Corona atau Covid-19.

“Kami mendesak Kapolda Sultra untuk segera membebaskan 12 mahasiswa UHO yang melakukan demonstrasi,” ujarnya.

Dilansir dari TeropongSultra.com, Kabag Ops Polres Kendari, Adry Setiawan mengatakan, pembubaran tersebut sesuai maklumat Kapolri, Jendral Idham Azis untuk sementara tidak melakukan unjuk rasa, pawai dan karnaval.

Hal itu sesuai dengan maklumat Kapolri Nomor : Mak/2/III/2020 tentang Kepatuhan Terhadap Kebijakan Pemerintah Dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona (Covid-19).

Untuk diketahui, 12 massa aksi yang ditangkap yakni, Ketua Komisariat LMND UHO beserta dua anggota LMND, Ketua MPM UHO, Ketua Bem Teknik dan tujuh mahasiswa UHO lainnya.

Reporter: Kardin

Share

One Comment

One Ping

  1. Pingback: tegas.co Berita Video

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *