Kunker Komisi V,Fokus Pembangunan Pelabuhan Langara Kendari dan Terminal Puuwatu

Keterangan Gambar : Ketua Tim Kunjungan Spesik Ibnu Munzir didampingi Anggota DPR RI Ir Ridwan Bae bersama Rombongan komisi V lainya, saat tiba di Pelabuhan Langara -Kendari (Foto:Ismed)

KENDARI-Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI melakukan kunjungan
kerja (kunker) spesifik di Sulawesi Tenggara (Sultra),kunjungan komisi V kali ini ,lebih fokus pada peninjauan pembangunan Pelabuhan Langara-Kendari,(Jumat, 30 Agustus 2019) .

Ketua Tim Kunker spesifik,Ibnu Munzir, mengatakan, kunjungan spesifik tersebut, guna melihat lansung kondisi ril pelabuhan Langara- Kendari dan terminal tipe A puuwatu yang bakal dibangun nantinya.Dari hasil kunjungan tersebut akan menjadi landasan komisi V untuk memperjuankanya pada penyusunan dan penetapan anggaran APBN tahun 2020.

Pemaparan Hasil Kunjungan spesifik Komisi V terkait kondisi Infranstruktur laut dan darat di Aula Bandara Halu Oleo Kendari (Foto:Ismed)

“Proses pembahasan penyususan APBN tahun 2020,untuk Sultra fokus pada darat dan laut,sehingga kita mencoba mendorong itu agar pembangunan darat dan laut di Sultra yang kurang memadai dapat terselesaikan.Kan di banggar ada bapak Ridwan Bae,yang bisa perjuangkan infranstruktur di Sultra dan beliau sudah melakukan langkah -langkah solutif untuk memperjuangkan infranstruktur yang ada di Sultra,”jelasnya.

Foto bersama rombongan Komisii V DPR RI bersama Forkopimda Sultra saat meninjau Pelabuhan Langara-Kendari (Foto:Ismed)

Lanjut Ibnu,kondisi Pelabuhan Penyeberangan Kendari–Langara saat ini sangat memprihatinkan sehingga perlu adanya perbaikan.

“Setelah kami melihat Kondisi (Pelabuhan) tidak reseptentatif lagi, rusak parah, begitu juga terminal,sehingga fasilitas ini perlu diperbaiki secepatnya karena masyarakat sangat membutuhkannya.Tidak boleh berlama lama.Apalagi saat ini ada kenaikan anggaran di sektor perhubungan,kita mencoba mendorong secepatnya terselesaikan,” imbuhnya.

Terminal Puuwatu sambungnya,sudah tidak representatif lagi.Untuk itu kata Politisi Golkar ini,terminal penghubung antar kabupaten serta provinsi itu akan dinaikkan statusnya menjadi tipe A.

“Kami melihat lahan terminal Puuwatu sudah dialihkan ke pemerintah pusat, maka perlu segera perhatian pemerintah,” pintahnya.

Sementara Pelabuhan Penyeberangan Kendari-Langara,Ibnu Munzir berharap harus dibenahi seperti pelabuhan penyeberangan yang ada di wilayah Indonesia.

Kunjungan spesik Komisi V DPR RI di Terminal Puuwatu (Foto:Ismed)

“Kunjungan kerja spesifik ini akan menjadi dasar dalam penetapan APBN tahun anggaran 2020 mendatang. Makanya kami melakukan kunjungan spesifik seperti ini, salah satunya kami fokus di Sultra untuk infrastruktur dan transportasi di darat dan laut,” imbuhnya.

Kunker spesifik enam anggota Komisi V DPR RI tidak hanya melihat infrastruktur dan transportasi.Mereka ingin mengetahui peristiwa terbakarnya Kapal Motor (KM) Izhar di Perairan Bokori, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe.

Selain itu Progres proyek Bendungan Ameroro dan Pelosika.Serta pembangunan tanggul dan galian alur Sungai Wanggu, Kota Kendari.

Laporan:La Ismeid

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *