Kisah Pilu, Penderita Tumor Ganas di Konkep Butuh Uluran Tangan

Keterangan Gambar : Jumaena (49), yang Masih Terbaring Sakit Terserang Penyakit Tumor Ganas

KONAWE KEPULAUAN – Sekitar 7 bulan terakhir ini, Jumaena (49) yang merupakan warga Desa Wawolaa Kecamatan Wawonii Barat terpaksa harus terbaring lemah karena penyakit yang dideritanya.

Menurut pengakuan suaminya, Maute bahwa dari hasil diagnosa dokter ternyata istrinya itu diserang penyakit tumor ganas pada bagian bawah gusi kiri, tepatnya di sekitaran leher. Akibatnya jangankan untuk makan, sekedar berbicara saja Jumaena sangat mengalami kesulitan.

Awalnya, lanjut Maute, istrinya tersebut hanya mengalami sakit gigi biasa. Namun, sekitar tiga bulan giginya itu masih tak kunjung juga sembuh. Bahkan setelah dicabut pun, juga belum menunjukkan kesembuhan giginya.

“Pas dicabut giginya tidak juga sembuh malahan dia tambah rasa sakit. Sampai sekarang ini, katanya dokter tumor ganas yang kena,” kata Maute, Minggu (26/1/2020)

Berbagai upaya Maute dalam menyembuhkan sang istri terus dilakukan. Ia telah membawa Jumaena ke beberapa rumah sakit di Kota Kendari dan Kabupaten Konawe, namun perjuangan itu lagi-lagi belum juga sembuh. Sehingga pihak rumah sakit menyarakan untuk rujuk ke Rumah Sakit di Kota Makassar.

Sayangnya, kendala biaya lagi-lagi menjadi masalah. Pria yang kesehariannya sebagai penjaga kebun ini memilih pasrah dan membawa pulang istri ke kampung halamannya di Langara, Konkep. Kini, ia membawa Jumaena itu ke rumah ponakannya sendiri yang berdomisili di Desa Mata Langara, Kecamatan Wawonii Barat, tepatnya dekat pasar Ibukota Langara.

“Makanya saya bawa pulang saja. Tapi terakhir saya bawa di RS Bahteramas Kendari dibantu sama Pak Wakil Bupati Pak Andi Lutfi. Ini baru berapa hari yang lalu kami pulang,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Jumaena, Maute, dan sekelurga kini hanya bisa pasrah menerima takdir dengan kondisi ini. Kendala biaya menjadi masalah besar sehingga sampai saat ini belum merujuk ke rumah sakit Makassar. Uluran tangan para dermawan sangat dinantikan dan berarti bagi Jumaena yang tengah berjuang melawan penyakit si tumor ganas.

Laporan: Jubirman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *