KONAWE KEPULAUAN – Puncak perayaan Festival Pulau Wawonii dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) ke-13 berlangsung semarak melalui kegiatan Kirab Budaya yang menyatukan berbagai suku dan tradisi dalam satu panggung kebudayaan.
Kirab budaya yang dipimpin langsung Bupati Konawe Kepulauan, Rifqi Saifullah Razak, ST, didampingi Wakil Bupati Muhamad Farid, SE, menjadi magnet perhatian masyarakat. Ribuan peserta memadati jalur pawai dengan mengenakan pakaian adat beragam suku yang hidup berdampingan di Pulau Wawonii.
Suasana semakin meriah saat kerukunan keluarga atau paguyuban suku Buton, Tolaki, KKSS, Muna, Menui, Bajo, serta masyarakat Wawonii tampil dengan busana khas masing-masing.
Tak hanya paguyuban suku, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan juga turut ambil bagian dengan kostum tematik yang telah disepakati bersama.
Salah satu daya tarik utama kirab tersebut adalah kehadiran Kalapaea, warisan budaya khas Wawonii yang dibawa oleh setiap kelompok peserta pawai. Tradisi ini menjadi simbol identitas budaya yang terus dijaga dan dikenalkan kepada masyarakat luas.

Simbol Adat Kalapea dalam Kirab Budaya Wonderful Wawonii
Ketua Lembaga Adat Wawonii (LAW), Husain Mahalik, menjelaskan bahwa Kalapaea merupakan warisan budaya unik yang tidak dimiliki daerah lain.
“Kalapaea memiliki sejarah panjang. Dahulu digunakan dalam pesta-pesta kematian kalangan bangsawan. Kini tradisi tersebut kami hadirkan kembali dalam kehidupan masyarakat modern sebagai simbol budaya Wawonii,” ujarnya saat mengikuti kirab budaya.
Menurut Husain, Kalapaea berisi berbagai makanan tradisional khas Wawonii yang mencerminkan kekayaan kuliner lokal, seperti kue cucur, waje, lapa-lapa, ketupat, dan beragam sajian tradisional lainnya.
Ia berharap Festival Pulau Wawonii dapat menjadi sarana promosi budaya yang efektif sehingga Kalapaea semakin dikenal di tingkat nasional. Bahkan, pihaknya berencana mendorong pengurusan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai bentuk perlindungan terhadap warisan budaya daerah tersebut.
“Kami ingin Kalapaea dikenal di seluruh Indonesia dan terus diwariskan kepada generasi muda. Ke depan, kami juga akan mengupayakan perlindungan HKI agar menjadi identitas budaya resmi Konawe Kepulauan,” katanya.

Suasana Kirab Budaya Wonderful Wawonii
Husain menambahkan, kirab budaya tahun ini diikuti enam paguyuban suku yang mencerminkan keberagaman masyarakat Pulau Wawonii. Menurutnya, keberagaman tersebut menjadi kekuatan sosial yang mempererat persaudaraan antarwarga.
“Ini menunjukkan bahwa masyarakat Wawonii sangat plural. Kami, masyarakat asli Wawonii, menganggap seluruh suku yang hidup di pulau ini sebagai saudara. Karena itu, kami memberikan ruang untuk berkembang dan berasimilasi bersama,” ungkapnya.
Ia juga berharap semangat saling menghormati budaya dapat terus terjaga di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.
“Kami berharap mereka ikut menjaga budaya kami, dan kami juga akan terus merawat budaya mereka,” tutupnya.
Kirab Budaya Festival Pulau Wawonii tidak hanya menjadi ajang hiburan dan perayaan HUT Konkep ke-13, tetapi juga menjadi momentum penting untuk memperkuat identitas daerah, merawat tradisi leluhur, serta meneguhkan nilai persatuan dalam keberagaman yang telah lama menjadi wajah Pulau Wawonii.
Laporan: Jarman Alkindi























Tinggalkan Balasan