KENDARI – Sagu merupakan komoditas pangan lokal yang melimpah di Sulawesi Tenggara (Sultra).
Program pemerintah tentang diversifikasi pangan perlu mendapat dukungan. Salah satu bentuk dari dukungan tersebut yakni melalui pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang mengolah komoditas sagu menjadi produk makanan.
Krupuk sagu merupakan cemilan sehat berbahan dasar sagu dan mengandung kalori dan karbohidrat yang tinggi yang sedang dikembangkan oleh salah satu pelaku usaha UMKM yang terletak di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).
Caturdharma Perguruan tinggi yakni Pendidikan, Penelitian, Pengabdian kepada masyarakat dan ahlakul karimah merupakan hal yang sangat penting dan tugas utama oleh seorang dosen di Universitas Muhammadiyah Kendari.
Melalui pengabdian kepada masyarakat dosen terus dituntut untuk dapat meningkatkan kinerja dalam bidang ilmunya. Sebagai bentuk pelaksanaan Caturdharma tersebut maka TIM Hibah Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah Kendari telah melaksanakan Kegiatan dengan tema “ PKM Usaha Krupuk Sagu Berbasis Digital Marketing Dalam Mendukung Diversifikasi Pangan Lokal”.
Kegiatan tersebut merupakan Hibah Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Minggu 17 Juli 2022 lalu pada lokasi mitra yakni usaha krupuk sagu “Annisa” yang berlokasi di Desa Wawouru Kecamatan Palangga Kabupaten Konawe Selatan.
Pada kegiatan tersebut dilaksanakan kegiatan pengolahan krupuk sagu, pemberian bantuan peralatan dan koordinasi tentang sistem pemasaran online dihadiri oleh pelaku usaha, masyarakat setempat, bersama Tim PKM yakni Asriani, SP.,M.Sc (Fakultas Pertanian – Universitas Muhammadiyah Kendari) dan Dr. Dhian Herdhiansyah, MP (Fakultas Pertanian – Universitas Halu Oleo Kendari) serta 4 (empat) mahasiswa sebagai anggota Tim Hibah PKM UM Kendari.
Ketua tim pelaksana PKM Asriani, SP.M.Sc menyatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan dalam upaya membantu dalam pengembangan usaha yang sudah berjalan melalui pemberian bantuan peralatan dan juga penjelasan tantang Digital Marketing atau sistem pemasaran secara online. Hal ini melalui pemanfaatan media sosial dalam upaya pengembangan pemasaran krupuk sagu.
“Hasil dari kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong pengembangan dan kebangkitan UMKM di Sulawesi Tenggara,” ungkap Asriani dalam keterangan persnya, Sabtu (23/7/2022).
Selain itu, sekaligus menciptakan produk yang berkualitas melalui pemanfaatan pangan lokal dan menciptakan sistem pemasaran online.
“Itu tentu dalam upaya memperkenalkan produk krupuk sagu baik secara lokal maupun secara global,” pungkasnya.
Laporan: Jarman






















Tinggalkan Balasan