Kapolda Sultra Didesak Pecat Oknum Polisi yang Aniaya Juniornya Hingga Meninggal

Aksi PPH Sultra di Depan Kantor Polda Sultra (Foto: Said)
Keterangan Gambar : Aksi PPH Sultra di Depan Kantor Polda Sultra (Foto: Said)

Potretsultra

KENDARI – Sekelompok pemuda yang tergabung dalam Pemuda Pemerhati Hukum Sulawesi Tenggara (PPH-Sultra) menggelar unjuk rasa di depan kantor Polda Sultra, Selasa (18/09/2018).

Koordinator Lapangan (Korlap aksi), Yogi Mengko mengatakan, aksi itu dilakukannya karena dua oknum anggota kepolisian Polda Sultra menunjukkan sikap yang tidak wajar dan tidak sepatutnya dilakukan oleh pihak kepolisian dengan melakukan penganiayaan kepada juniornya, Bripda M Faturrahman Ismail hingga meninggal dunia.

“Ini bukan contoh yang baik sebagai sebagai aparat kepolisian yang notabenenya sebagai penegak hukum,” kata Yogi dalam orasinya.

Lanjut Yogi, sehingga perlu adanya sanksi tegas kepada dua oknum anggota kepolisian tersebut agar hal ini tidak terulang kembali. Kata Yogi, penyidik Polda Sultra tidak bisa mengesampingkan tuntutan terhadap pelaku, karena penganiayaan yang dilakukan telah memenuhi unsur tindak pidana dan dapan dikenakan sanksi Pasal 355 KUHP.

“Unsur yang terkait itu adalah penganiayaan yang dilakukan secara bersama-sama dengan didahului perencanaan yang matang akibat persoalan yang tidak memiliki dasar hingga korban meninggal dunia,” jelasnya.

Potretsultra

BACA JUGA : Anggota Bintara Remaja Polda Sultra Tewas Dianiaya Dua Seniornya

Yogi juga menerangkan, pelaku pula melanggar kode etik kepolisian yang diatur dalam Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia No 14 Tahun 2011 tentang kode etik profesi Kepolisian Republik Indonesia.

Olehnya itu, lanjut Yogi, pihaknya meminta dengan tegas kepada Polda Sultra harus transparan, prosedural, profesional dalam menyelesaikan kasus tersebut. Kata Yogi, PPH Sultra juga meminta dengan tegas kepada Polda Sultra untuk memecat dua oknum anggota kepolisian tersebut.

“Apabila tuntutan kami tidak terpenuhi maka Kapolda Sultra harus mundur dari jabatannya karena tidak mampu menjalankan tugas dengan baik yang dapat merusak citra kepolisian di mata masyarakat,” tegasnya.

Untuk diketahui, dua oknum pelaku yang telah melakukan penganiayaan kepada Briptu M Faturrahman Ismail hingga meninggal itu bernama Bripda Zulfikar dan Bripda Fislan.


Laporan: Said

Potretsultra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *