Kaisar: Mintah Usut Tuntas Kasus Pembacokan Mahasiswa dan Pelaku Penyerangan Kantor Masempodalle

Keterangan Gambar : Kasiar Ismail Kalenggo

KENDARI-Adanya insiden pembacokan terhadap mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) di Kendari, yang di lakukan oleh orang tidak di kenal (OTK) hingga saat ini menuai banyak reaksi dari beberapa element yang ada di Sultra, termasuk salah satunya Alumni Fakultas Hukum (FH) UHO, Kasiar Ismail Kalenggo SH ,atau yang kerap disapaKaisar.

“Kami menganggap ada otak intelektual di balik pembacokan para demonstran yang sengaja mengkambing hitamkan salah satu perusahan yang berada di daerah tersebut dan menyudutkan salah satu perusahaan hingga kantor perusahaan tersebut di datangi sekelompok preman yang menggunakan cara-cara kekerasan,sekelompok preman tersebut datang menggunakan beberapa alat tajam dan benda-benda lainnya.Hingga mengakibatkan beberapa barang-barang di kantor perusahaan tersebut rusak,”ungkap Kaisar saat di temui disalah satu tempat,Senin (6/1/2019).

Dapat diketahui bahwa aksi pada tanggal 2 Januari 2020 yang di lakukan oleh beberapa mahasiswa yang menuntut beberapa perusahaan tambang di sekertariat DPRD Sultra.Setelah aksi demontrasi tersebut saat mereka telah tiba kembali di fakultas kehutanan yg berada di kemaraya.

“Kami mengimbau kepada Adinda ataupun kakanda yang melibatkan diri dalam kemelut tersebut agar bisa lebih bijak dalam melihat permasalahan yang terjadi saat ini, persoalan pembacokan seyogyanya itu di tangani oleh pihak penegak hukum.

“Kamip tidak menginginkan ada penggiringan issu yang sampai membawa Etnis tertentu di daerah Sultra yang kita cintai ini, kita hidup heterogen tanpa ada konflik horisontal.Penyerangan yang di lakukan pada salah satu kantor perusahaan tambang nikel adalah perbuatan yang melawan hukum tidak mencerminkan sebagai masyarakat intelektual dan harus di proses secara hukum,”tukasnya..

Maka dari itu pihaknya meminta kepada pihak polda Sultra agar segera mengusut tuntas dan mengungkap kasus pembacokan demonstran dan segera menangkap pelaku penyerangan di salah satu kantor perusahaan tersebut.

“Fiat justitia ruat coelum.”Artinya “Tegakkan keadilan walaupun langit akan runtuh.”ujarnya

“Kami mengajak semua element untuk kemudian mengawal proses hukum agar menjadi terang benderang, kita tau bersama bahwa negara kita adalah negara hukum dan hukum menjadi panglima utama di negara kita indonesia,”pungkasnya.

Laporan:Redaksi

Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *