Keterangan Gambar : Jasmin, Warga Konkep yang Dikabarkan Dijemput Paksa oleh Aparat

Jasmin, Warga Penolak Tambang Konkep Dikabarkan Dijemput Paksa Polisi

Potretsultra

KONKEP – Polemik pertambangan di Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai memanas lagi. Pasalnya, warga Desa Sukarela Jaya Kecamatan Wawonii Tenggara atas nama Jasmin dikabarkan dijemput paksa oleh Polda Sultra.

Hal ini diungkapkan oleh Jenderal Lapangan Front Rakyat Sultra Bela Wawonii (FRSBW), Mando Maskuri dalam keterangan persnya. Kata Mando, kejadian tersebut terjadi pada sore tadi pukul 17:00 Wita di Kota Kendari.

“Jasmin, warga Pulau Wawonii ditangkap Polda Sultra sore tadi, di rumah kakaknya di Kendari,” ujar Mando, Minggu (24/11/2019).

Menurut Mando, warga Desa Sukarela jaya atas nama Jasmin itu, memang sejak awal getol menolak masuknya perusahaan tambang PT Gema Kreasi Perdana (GKP) di Pulau Wawonii. Katanya, Jasmin adalah satu dari 27 warga Wawonii yang telah dilaporkan ke Polisi oleh pihak PT GKP.

“Jasmin sendiri dilaporkan pada 24 Agustus 2019 lalu, bersama dengan 20 warga Wawonii lainnya, dengan tuduhan merampas kemerdekaan seseorang,” katanya.

Kabar penjemputan paksa warga Konkep itu juga dikuatkan dengan adanya Surat Perintah Membawa Saksi atas nama Jasmin tertanggal 24 November 2019, yang ditandatangni langsung Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sultra, AKBP La Ode Aries El F SIK kepada Kompol Robby Topan Manusiwa SIK.

Hingga kini, Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Harry Goldenhart saat dikonfirmasi belum memberikan jawabannya terkait penjemputan paksa salah satu warga penolak tambang di Wawonii tersebut.

Laporan: Redaksi

Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *