Keterangan Gambar : Kapolri Jenderal Idham Aziz (Sumber: Kompas.com)

Warga Penolak Tambang di Wawonii Dijemput Paksa Polisi, Kapolri Didesak ‘Turun Tangan’

Potretsultra

KONKEP – Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) angkat suara soal dijemputnya secara paksa warga penolak tambang di Pulau Wawonii Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Jasmin, warga Pulau Wawonii yang dijemput paksa oleh Polda Sultra pada Minggu (24/11/2019) kemarin di Kendari membuat Jatam geram. Divis Hukum Jatam, Muh Jamil dalam keterangan persnya mendesak Komnas HAM agar segera menghubungi Kapolri dan Kapolda Sultra untuk menghentikan proses kriminalisasi terhadap petani dan warga Wawonii segera.

“Apalagi legalitas perusahaan tambang beserta Tersus pelabuhan PT Gema Kreasi Perdana (GKP) diduga tak lengkap dan tak memiliki izin lingkungan,” jelasnya.

Jamil juga mendesak Kapolri Jenderal Idham Aziz untuk ikut ‘turun tangan’ segera memerintahkan Kapolda Sultra agar membatalkan penahanan dan membebaskan warga Konkep atas nama Jasmin. Karena kata Jamil, peran Jasmin yang menghentikan perusahaan dan Tersus pelabuhan yang diduga ilegal itu adalah memperjuangkan lingkungan hidup sesuai ketentuan pasal 66 UU 32 / 2009 tentang PPLH.

“Jasmin tidak dapat dituntut secara perdata maupun pidana,” tegasnya.

Sementara itu, Komnas HAM RI, Ahmad Taufan Damanik saat dihubungi rekan jurnalis Anoatimes.id menegaskan, bakal segera mengirimkan surat ke Mabes Polri terkait dijemputnya secara paksa warga penolak tambang di Konkep itu.

“Kami akan surati Mabes (Polri, red),” kata Ahmad Taufan Damanik.

Laporan: Redaksi

Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *