Hadiri Rakor Anti Narkoba, Ini Pesan Ali Mazi

Gubernur Sultra Ali Mazi Saat Diwawancarai Awak Media (Foto: Muhammad Rusmin)
Keterangan Gambar : Gubernur Sultra Ali Mazi Saat Diwawancarai Awak Media (Foto: Muhammad Rusmin)

KENDARI – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggandeng Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov Sultra menggelar Rapat Koordinasi (Rakor), Rabu (06/2/2019).

Rapat Koordinasi ini dalam rangka pembahasan program pemberdayaan masyarakat anti narkoba di instansi pemerintah. Rapat tersebut dibuka langsung secara resmi oleh Gubernur Sultra, Ali  Mazi di salah satu hotel di Kendari.

Dalam sambutannya, Ali Mazi sangat mengapresiasi positif program BNNP Sultra dengan turut melibatkan OPD pemerintah dalam mewujudkan P4GN. Seperti  adanya sosialisasi-sosialisasi bahaya dan dampak penyalahgunaan Narkoba pada setiap kegiatan OPD.

Kata politisi Partai Nasdem itu, rapat kerja tersebut sebagai upaya strategis untuk mewujudkan P4GN. Lanjut dia, tak bisa dipungkiri peredaran Narkoba ini merupakan bentuk kejahatan yang luar biasa teroganisir dengan baik. Sehingga anak generasi muda sekarang banyak menjadi korban barang haram itu.

“Tidak sedikit yang tergiur kejahatan Narkoba dari kalangan anak muda dan kalangan pelajar. Jadi sejak dini kejahatan tersebut harus cepat ditanggulangi secara terpadu, dan berkesinambungan untuk menjaga generasi anak bangsa,” terang Ali Mazi.

Di tempat yang sama, Kepala BNNP Sultra, Brigjen Pol Bambang Priyambada menjelaskan, tujuan rakor ini sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di lingkup instansi Pemprov Sultra.

Lanjutnya, upaya pencegahan tersebut untuk mengetahui seseorang tersandung Narkoba dengan cara dilakukan  tes urine maupun tes yang bersifat sebagai bentuk pencegahan.

‘Peredaran gelap Narkoba di Sultra sudah cukup berbahaya atau kategori rawan. Sesuai hasil survei BNN RI dan penelitian lembaga kesehatan menunjukan ada sekitar 29 ribu atau 1,58 persen pengguna Narkoba ada di Sultra dari 28 kasus laporan,” jelas Bambang.


Laporan: Muhammad Rusmin

Editor: Sultan

Potretsultra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *