Genjot Ekonomi, Pemda Konkep Kembangkan Industri Kelapa Terpadu

Keterangan Gambar : Gedung Produksi Industri Pengolahan Kelapa Terpadu

KONAWE KEPULAUAN – Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe Kepulauan (Konkep) terus menggenjot pembangunan dari berbagai sektor.

Kini daerah yang digawangi Amrullah sebagai Bupati dan Andi Muhamad Lutfi sebagai Wakil Bupati itu mulai menggenjot di sektor ekonomi. Tagline ‘Wawonii Bangkit’ yang digaungkan di periode keduanya ini, salah satunya yakni menggenjot kebangkitan Konawe Kepulauan dari sektor ekonomi.

Kabupaten Konawe Kepulauan dikenal luas sebagai daerah yang memiliki potensi kelapa terbesar di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara tentu harus memanfaatkan peluang potensi yang besar ini.

Saat ini Pemda Konkep melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Perindagkop) sedang menggenjot progres pembangunan industri pengolahan kelapa terpadu. Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) ini telah dibangun sejak tahun 2020 lalu dengan menelan anggaran Rp 14,2 miliar dari pemerintah pusat melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) yang dibangun di Desa Bukit Permai Kecamatan Wawonii Barat tepatnya di dekat Jalan poros Langara-Lampeapi.

Kabid Perindustrian, Sudirman Saat Meninjau Gedung Produksi Pengolahan Batang Kelapaa

Kabid Perindustrian, Sudirman Saat Meninjau Gedung Produksi Pengolahan Batang Kelapaa

Saat media Potretsultra.com mengunjungi IKM tersebut, terdapat 5 gedung produksi yang terbangun lengkap dengan peralatannya. Gedung-gedung tersebut yakni gedung pengolahan batang kelapa, gedung pengolahan briket dari tempurung kelapa, gedung pengolahan sabuk kelapa, gedung pengolahan air kelapa, dan gedung produksi kopra putih.

“Alhamdulillah tahun 2020 kemarin telah terbangun 5 gedung industri produksi pengolahan kelapa terpadu lengkap dengan 30 mesin produksinya,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disperindagkop Konkep Sudirman saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (3/6/2021).

Gedung Produksi Pengolahan Briket

Gedung Produksi Pengolahan Briket

Tahun 2021 ini, lanjut Sudirman, telah dianggarkan pembangunan pagar keliling IKM dan sarana-sarana penunjnag lain dengan menggunakan APBD Konkep. Selain itu, tahap selanjutnya, pihak Disperindagkop sedang mempersiapkan struktur kelembagaan industri. Rencananya akan diangkat Kepala UPTD dibawah naungan Disperindagkop untuk mengelola insutri pengolahan kelapa terpadu tersebut.

“Untuk tahap awal, kami merencanakan yang akan mengelola industri ini adalah UPTD, nanti tahap selanjutnya baru direncanakan akan dikelola Perusda Konkep,” terangnya.

Gedung Produksi Pengolahan Sabuk Kelapa

Gedung Produksi Pengolahan Sabuk Kelapa

Lebih lanjut, Sudirman menjelaskan, jika 5 usaha produksi dari industri ini sudah dapat berjalan maka Disperindagkop akan merekrut karyawan sekitar 150-an orang. Karena masing-masing kegiatan usaha akan membutuhkan 30 sampai 40 karyawan. Namun sebelum itu, pihak dinas terkait akan mendatangkan tenaga ahli yang berkompeten di bidang pengolahan kelapa terpadu untuk melakukan training atau pelatihan.

“Kita akan datangkan tenaga ahli dari Jawa yang punya pengalaman untuk melakukan pelatihan ke masyarakat,” jelasnya.

Gedung Produksi Pengolahan Air Kelapaa

Gedung Produksi Pengolahan Air Kelapaa

Sudirman menargetkan agar industri pengolahan kelapa terpadu ini dapat beroperasi tahun 2022 mendatang. Karena di tahun 2021 ini, Disperindagkop sedang menata kelembagaan dan menyiapkan pelatihan dari tenaga ahli agar tahun 2022 nanti IKM tersebut telah siap beroperasi.

“Kami menargetkan agar tahun 2022 nanti industri ini sudah bisa beroperasi,” katanya.

Laporan: Jubirman

Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *