Diterima KBRI Paris, STIE 66 Kendari Jajaki Peluang Kolaborasi Akademik Internasional di Eropa

Keterangan Gambar : Ketua STIE Enam Enam Kendari, Prof. Dr. H. Abdul Azis Muthalib, S.E., M.S dalam Kunjungannya di KBRI Paris (Foto: IST)

PRANCIS – Komitmen STIE Enam Enam (66) Kendari dalam memperluas jejaring internasional kembali ditunjukkan melalui pertemuan strategis dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Paris, Prancis, pada Senin (11/5/2026) lalu.

Pertemuan berlangsung di Balai Budaya Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Paris, yang berlokasi di 47–49 Rue Cortambert, 75116 Paris, Prancis. Hal ini merupakan bagian audiensi dan kunjungan Delegasi LLDIKTI Wilayah IX yang diterima secara resmi oleh KBRI Paris.

STIE Enam Enam Kendari diterima langsung oleh Atase Pendidikan KBRI Paris, Assoc. Prof. Dr.oec.HSG Syarifa Hanoum, yang memaparkan berbagai peluang kerja sama pendidikan tinggi antara Indonesia dan Prancis serta potensi pengembangan kemitraan dengan perguruan tinggi di kawasan Eropa.

Dalam kegiatan tersebut, STIE 66 Kendari diwakili oleh Ketua Yayasan Pembina Pendidikan Enam Enam Bumi Kendari, Ichsanuddin Akbar, S.T., M.M., bersama Ketua STIE Enam Enam Kendari, Prof. Dr. H. Abdul Azis Muthalib, S.E., M.S. Kehadiran pimpinan yayasan dan perguruan tinggi menjadi wujud komitmen institusi dalam mendorong internasionalisasi pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia.

Pada kesempatan tersebut, Atase Pendidikan KBRI Paris menjelaskan bahwa Prancis merupakan salah satu negara tujuan pendidikan terbaik di Eropa dengan lebih dari 3.500 institusi pendidikan tinggi yang terdiri atas 72 universitas, 271 sekolah doktoral, 227 sekolah teknik, 220 sekolah bisnis dan manajemen, serta ribuan institusi pendidikan tinggi lainnya. Selain itu, Prancis juga menawarkan berbagai skema beasiswa internasional dan lingkungan akademik yang sangat mendukung mobilitas mahasiswa maupun dosen.

Ketua STIE Enam Enam Kendari, Prof. Dr. H. Abdul Azis Muthalib, menyampaikan bahwa dukungan KBRI Paris memiliki peran strategis dalam membuka akses komunikasi dan jejaring dengan berbagai perguruan tinggi di Prancis maupun negara-negara Eropa lainnya.

“KBRI Paris dapat menjadi penghubung penting bagi perguruan tinggi Indonesia yang ingin menjajaki kerja sama dengan kampus-kampus di Prancis dan Eropa. Ini merupakan peluang besar bagi STIE Enam Enam Kendari untuk memperluas kolaborasi internasional dan meningkatkan kualitas akademik di tingkat global,” ujar Prof Abdul Azis dalam keterangan persnya, Sabtu (6/6/2026).

Menurut Prof. Abdul Azis, bentuk kerja sama yang dapat dikembangkan tidak hanya sebatas penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), tetapi harus diwujudkan melalui program-program nyata yang memberikan dampak langsung bagi dosen dan mahasiswa.

Beberapa peluang kerja sama yang menjadi fokus pengembangan meliputi student mobility, staff mobility, visiting professor, pertukaran mahasiswa, joint research, joint publication, international internship, virtual exchange, short course, study excursion, hingga program dual degree dan joint degree sebagaimana dipaparkan oleh Atase Pendidikan KBRI Paris.

“Kerja sama internasional yang kuat tidak dimulai dari dokumen semata, tetapi dari kegiatan akademik yang berjalan secara berkelanjutan. Ketika kolaborasi sudah terlaksana melalui riset bersama, seminar internasional, kuliah tamu, atau pertukaran mahasiswa, maka kerja sama formal akan menjadi lebih kuat dan bermakna,” tambahnya.

Selain membuka akses kemitraan dengan perguruan tinggi di Prancis, pertemuan tersebut juga memberikan gambaran mengenai ekosistem pendidikan tinggi Eropa yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa dan dosen STIE Enam Enam Kendari untuk meningkatkan kompetensi global, memperluas jaringan akademik internasional, serta memperkuat budaya riset dan publikasi ilmiah.

Ketua Yayasan Pembina Pendidikan Enam Enam Bumi Kendari, Ichsanuddin Akbar, S.T., M.M., menegaskan bahwa internasionalisasi merupakan salah satu agenda strategis yang terus didorong oleh yayasan untuk meningkatkan daya saing lulusan dan kualitas institusi.

“Pertemuan ini menjadi langkah awal yang sangat penting dalam membangun jejaring internasional yang lebih luas. Kami berharap dapat menghadirkan berbagai program kolaboratif dengan mitra perguruan tinggi di Eropa sehingga mahasiswa dan dosen STIE 66 Kendari memperoleh pengalaman akademik bertaraf internasional,” ungkapnya.

Melalui pertemuan dengan KBRI Paris, lanjut Ichsanuddin Akbar, STIE 66 Kendari optimistis dapat memperluas akses kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi unggulan di Prancis dan Eropa.

“Langkah ini sekaligus memperkuat visi institusi untuk menjadi perguruan tinggi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global melalui penguatan pendidikan, penelitian, publikasi internasional, inovasi, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia,” pungkasnya.

Laporan: Jumrin

Potretsultra Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *