Fotonya Tak Ditampilkan di APK, Hasbullah Kurniawan: Ada Apa KPU Kolaka dan Parpol?

Caleg PDIP Kolaka, Hasbullah Kurniawan (Foto: Ahmat)
Keterangan Gambar : Caleg PDIP Kolaka, Hasbullah Kurniawan (Foto: Ahmat)

KOLAKA – Pesta rakyat 2019 tinggal menghitung hari, mesin politik mulai dipanaskan. Mungkin inilah ungkapan yang tepat dalam menggambarkan konstelasi politik saat ini, namun apa jadinya ketika pihak-pihak tertentu mulai melakukan strategi pemenangan yang mengandung intrik?

Seperti halnya yang telah dialami oleh Hasbullah Kurniawan salah satu Calon Anggota Legislatif (Caleg) Kabupaten Kolaka nomor urut 6 Daerah Pemilihan 3 (Kecamatan Tanggetada, Watubangga, Polinggona, Toari). Pasalnya, Hasbullah yang merupakan kandidat usungan PDI Perjuangan ini merasa kecewa dikarenakan gambar atau fotonya tidak ditampilkan pada alat peraga kampanye oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Tentu saja hal ini menimbulkan kekecewaan bagi Hasbullah. Menurutnya, apa yang dilakukan pihak KPU sangat tidak wajar.

“Pertanyaan saya adalah, kenapa hal ini bisa terjadi? dan bagi saya ini sangat tidak wajar. Saya bisa saja katakan kalau hal ini mengandung maksud tertentu,” ungkap Hasbullah via telepon pada awak media Potresultra.com, Kamis (21/02/2019).

Sebelumnya, Hasbullah Kurniawan sempat klarifikasi kejadian tersebut kepada Pihak KPU Kolaka, Red Andre. Menurut Andre, apa yang dilakukan oleh pihaknya tidak terlepas dari apa yang diusulkan oleh partai pengusung masing-masing kandidat yang mungkin dianggap kader atau tokoh.

“Jawaban dari pihak KPU saya anggap sangat lucu, karena terkhusus zona 3 kalau Berbicara kader atau tokoh, justru Edy Haryono yang incunbent plus kader partai PDIP juga tidak ditampilkan fotonya,” terangnya.

“Saya tanya kepada pihak partai, katanya saya belum menyetor foto, padahal kan semua itu sudah saya lakukan jauh hari sebelumnya,” tambahnya.

Dibalik kekecewaan yang dirasakan, Hasbullah menganggap semua ini menurutnya sengaja dilakukan pihak KPU ataupun partai pengusungnya untuk melemahkannya dalam meraih kantung-kantung suara terkhusus di Dapil 3. Pasalnya, 4 kandidat yang tetap ditampilkan pada alat peraga kampanye yakni Ketut H Asis, Suriani Buba, Suardi dan satu lagi gender yang tidak sempat disebutkan sama sekali bukan kader partai atau tokoh.

“Jangan sampai pada saat pemungutan suara nantinya juga ada permainan yang lebih ekstrim, karena ini saja belum apa-apa sudah ada main, bagaimana nanti? Yang jelas kejadian ini sangat memukul bagi saya dan ini jelas tindakan dzolim dari kedua belah pihak,” ungkap Hasbullah penuh kekecewaan.


Laporan: Ahmat
Editor: Jubirman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *