188 Koperasi di Kolut 50 Diantaranya Macet, Begini Tanggapan Kadis

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kolut, Muh Yasin (Foto: Ahmad)
Keterangan Gambar : Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kolut, Muh Yasin (Foto: Ahmad)

Potretsultra

KOLAKA UTARA – Kondisi perekonomian masyarakat Kolaka Utara (Kolut) yang saat ini terbilang tak lagi stabil, menjadikan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) kerap dijadikan alternatif yang terkadang tidak solutif.

Pasalnya, kerap dijumpai masyarakat yang sedang terhimpit perkara ekonomi memilih koperasi sebagai solusi, namun justru menjadi bomerang bagi pihak koperasi. Ini dikarenakan proses pengembalian atau pembayaran angsuran yang berbelit-belit atau bahkan stagnan.

Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Kolut, tahun 2017 tercatat 188 unit Koperasi Simpan Pinjam (KSP), 50 Unit KSP diantaranya macet atau tidak aktif. Menurut Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kolut, Muh Yasin, hal ini dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti menurunnya pendapatan nasabah serta manajerial unit koperasi itu sendiri.

“Disini saya melihat unit koperasi yang ada di Kolaka Utara ini masih perlu dibina, baik secara SDM maupun secara modal, karena alasan kebanyakan mengapa koperasinya tidak aktif atau macet karena kekurangan modal, “ ungkap Yasin, Kamis (21/02/2019).

Lanjutnya, saat ini pihak Dinas Koperasi dan UMKM Kolaka Utara berfokus pada penggalian sumber pendanaan untuk semua jenis usaha mikro, kecil dan menengah.

“Saat ini kami sedang fokus menggali sumber-sumber pendanaan untuk UMKM,” katanya.

Muh Yasin berharap, agar unit koperasi yang ada bisa kembali aktif dan menjadi solusi masyarakat. Karena sifat dan prinsip gotong royong lebih efektif dibanding dunia perbankkan.

“kami juga sangat berharap agar koperasi yang ada di Kolut semua bisa aktif lagi dan menjadi solusi masyarakat khususnya yang memiliki strata ekonomi menengah ke bawah, dan kalo bisa bunga pada koperasi jangan mengalahkan bunga bank,” tambahnya.


Laporan: Ahmad
Editor: Jubirman

Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *