Dua Kandidat Presma Unidayan Ambil Nomor Urut dan Deklarasi Damai

Keterangan Gambar : Foto bersama Rektor Unidayan, Penyelenggara dan Pasangan Calon Usai Kegiatan

Potretsultra

BAUBAU – Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) Universitas Dayanu Ikhsanuddin Baubau menggelar tahapan pemilihan, yakni pengundian nomor urut dan sekaligus deklarasi Pemilu damai, Selasa (07/01/2020).

Dalam Pantauan Potretsultra.com, tahapan Pemilu yang diselenggarakan di Kampus Unidayan tepatnya di Bauruga La Ode Mualim ini dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Rektor, Ir. La Ode Muh. Sjamsul Qamar, M.T., IPU dengan didampingi Wakil Rektor III Unidayan.

Kegatan ini juga dihadiri oleh BEM Fakultas Teknik, BEM Fakultas Hukum, BEM Fakultas Perikanan, BEM Fakultas FISIP dan BEM Fakultas FKIP. Selain itu, tampak pula hadir Pengawas Pemilihan Umum dan 2 kandidat Pasangan Calon yang telah ditetapkan sebagai calon presiden mahasiswa Universitas Dayanu Ikhsanuddin Baubau.

Pada perolehan hasil pengundian nomor urut  Calon Presiden Mahasiswa Unidayan terhadap 2 kandidat yang telah ditetapkan sesuai Surat Keputusan Nomor: 10/O/KPUM/UND/I/2020 yakni, pasangan Suharsono dan Jifan Mantoni Razak mendapatkan nomor Urut 01. Sedangkan Pasangan Calon, Dalman dan Muhammad Dahlin mendapat Nomor Urut 02. Pengundian nomor urut ini diselenggarankan secara langsung dan terbuka.

Sementara itu, Pembacaan Deklarasi Pemilu Damai dalam Pilpresma dipimpin langsung oleh Wakil Rektor III Unidayan Baubau dan diikuti kedua pasangan calon. Pemilihan Presiden Mahasiswa dilakukan dengan menjunjung tinggi asa Umum Bebas, Rahasia Jujur dan Adil.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa Unidayan, Resdin menuturkan bahwa pengundian nomor urut dan deklarasi Pemilu tahun 2020 dilaksanakan secara terbuka untuk menghindari adanya isu-isu miring yang dapat menghambat jalannya tahapan Pemilu.

“Sesuai tahapan yang telah dibuat, hari ini kami melaksanakan agenda pengundian nomor urut calon. Tahapan kami lakukan secara terbuka agar mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” tutur Resdin saat ditemui di sekretariatnya.

Mahasiswa yang akrab di sapa Deni ini juga menghimbau kepada para kandidat pasangan calon presiden mahasiswa dalam melaksanakan sosialisasi harus tetap memperhatikan aturan yang telah ditetapkan. Pasalnya, kata dia, pasangan calon yang ditemukan melanggar maka akan kenakan sanksi.

“Setelah deklarasi ini, kampanye damai akan belaku selama 9 hari mulai tanggal 8 sampai 16 Januari 2020. Sosialisasi yang dilakukan pasangan calon harus tetap sesuai aturan yang ditetapkan,” katanya.

Ia juga menyatakan bahwa, untuk menghindari adanya hal yang tidak diinginkan, Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa Unidayan meminta kepada seluruh mahasiswa untuk mengonfirmasi langsung apabila ditemukan isu-isu miring terkait Pemilihan Presiden Mahasiswa Unidayan tahun 2020 ini.

“kami meminta kepada semua mahasiswa Unidayan, kalau ada isu-isu dalam pemilihan Presma ini segera konfirmasi langsung di sekretariat KPUM agar isu-isu hoax tidak tersebar, sehingga kami juga dapat mengklarifikasi secepatnya,” pungkasnya.

Laporan: Irfan Sahidin

Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *