KENDARI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari kembali menggelar rapat lanjutan pembahasan perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Tahun Anggaran 2025.
Rapat yang berlangsung di Gedung DPRD Kota Kendari in, pada (6/9/2025) dipimpin langsung oleh Ketua DPRD, La Ode Muhammad Inarto, didampingi Wakil Ketua I Rizki Brilian Pagala dan Wakil Ketua II Irmawati. Hadir pula anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD serta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Kendari yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Amir Hasan.
Ketua DPRD Kota Kendari, LM Inarto, salam sambutanya menegaskan, bahwa fokus pembahasan Badan Anggaran (Banggar) kali ini menitikberatkan pada sinkronisasi prioritas pembangunan daerah dengan efisiensi alokasi anggaran.
Hal ini disampaikannya saat memimpin rapat bersama jajaran eksekutif. Ia mengatakan pentingnya menjaga keseimbangan antara program pembangunan fisik dan peningkatan pelayanan publik.
“Kami berharap APBD Perubahan 2025 benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi,” tambahnya.

Suasana Rapat anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD serta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Kendari yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Amir Hasan.
Menurutnya, dengan semangat transparansi dan akuntabilitas, DPRD Kota Kendari bersama pemerintah daerah optimistis penyusunan Rancangan Perubahan APBD 2025 dapat menghasilkan kebijakan yang berpihak pada kepentingan rakyat.
Dengan semangat transparansi dan akuntabilitas, DPRD Kota Kendari bersama pemerintah daerah optimistis penyusunan Rancangan Perubahan APBD 2025 dapat menghasilkan kebijakan yang berpihak pada kepentingan rakyat.
Fokus pembahasan kali ini menyoroti sinkronisasi prioritas pembangunan daerah dengan efisiensi alokasi anggaran. Setiap anggota Banggar DPRD mendapat kesempatan menyampaikan saran, pendapat, dan kritik membangun.

Diskusi Anggota Banggar DPRD dan Tim TPAD Kota Kendari
Suasana rapat berlangsung interaktif dengan semangat kolaborasi antara legislatif dan eksekutif. Diskusi pun mengalir interaktif, menunjukkan komitmen DPRD dan pemerintah daerah untuk menyelaraskan prioritas pembangunan dengan efisiensi penggunaan anggaran.
Dalam kesempatan itu, setiap anggota Banggar DPRD mendapat ruang untuk menyampaikan pandangan, saran, hingga kritik yang membangun.
Menurut LM Inarto, partisipasi aktif seluruh anggota sangat penting guna memperkaya arah kebijakan pembangunan daerah.
“Rapat ini menjadi wadah bagi kita semua untuk memastikan setiap rupiah anggaran benar-benar dialokasikan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Rapat berlangsung interaktif. Diskusi mengalir dinamis, menunjukkan komitmen DPRD dan pemerintah daerah untuk memperkuat sinergi. Kolaborasi legislatif dan eksekutif diharapkan mampu menghadirkan perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran, efektif, dan efisien.
Agenda utama adalah membahas arah perubahan KUA-PPAS sebagai dasar penyusunan Rancangan Perubahan APBD 2025.
Dalam sesi penutup, Wakil Ketua I DPRD Kota Kendari, Rizki Brilian Pagala, menyampaikan beberapa saran strategis dari Banggar untuk Pemerintah Kota Kendari.
“Kita perlu mendorong peningkatan kerjasama dengan pihak swasta serta mengoptimalkan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD),” ungkap Rizki.
Penting bagi OPD teknis untuk terus berinovasi dan kreatif dalam menggali potensi sumber pendapatan baru. Hal ini agar keuangan daerah tidak hanya bergantung pada transfer pusat, tetapi juga mampu mandiri.
Saran tersebut disambut positif oleh TAPD yang hadir dalam rapat. Pemerintah Kota Kendari diharapkan dapat menindaklanjuti masukan tersebut dalam perumusan Rancangan Perubahan APBD, sehingga program-program yang disusun dapat lebih tepat sasaran, berdaya guna, dan menyentuh kepentingan masyarakat secara luas.
Rapat ditutup dengan kesepahaman bersama bahwa perubahan KUA-PPAS bukan sekadar penyesuaian angka, tetapi juga langkah strategis untuk memastikan setiap rupiah anggaran daerah memberikan manfaat nyata bagi pembangunan Kota Kendari.
Ia juga menekankan pentingnya inovasi dan kreativitas dari organisasi perangkat daerah teknis agar mampu menggali potensi sumber pendapatan baru bagi daerah.
Dengan adanya masukan ini, DPRD berharap penyusunan Rancangan Perubahan APBD dapat lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian fiskal Kota Kendari. (ADV)
Laporan: Med






















Tinggalkan Balasan