Dinkes Sultra Pastikan Tetap Kampanyekan Imunisasi MR, ini Alasannya.

Keterangan Gambar :

KENDARI – Pemberian imunisasi Measless Rubella (MR) secara serentak periode kedua di Bulan Agustus 2018 ini menuai pro kontra.

Hal ini lantaran vaksin MR belum memiliki sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Meski demikian, Menteri Kesehatan RI, Nila Farid Moeloek menyatakan, pihaknya akan tetap menjalankan kampanye imunisasi MR di luar Pulau Jawa dan pemberian vaksin MR pada program imunisasi rutin di Pulau Jawa, sambil terus mempercepat proses sertifikat halal vaksin tersebut.

“Kami tetap menjalankan kampanye imunisasi MR. Dari sisi kesehatan, tentu kami berkewajiban untuk melindungi anak-anak dan masyarakat dari bahaya penyakit campak dan rubella,” ungkap Nila Moeloek, beberapa waktu lalu di Jakarta Pusat usai bersilaturahmi dengan jajaran MUI Pusat.

BACA JUGA: Perangi Campak dan Rubella, Dinkes Sultra Gelar Kampanye Imunisasi

Sementara itu, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) juga tetap akan melaksanakan kampanye imunisasi MR di wilayahnya. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sultra, dr Zuhuddin Kasim.

“Pelaksanaan imunisasi massal MR ( kampanye imunisasi MR ) tetap dilaksanakan sesuai jadwal,” tegas Zuhuddin, Minggu (05/08/2018).

Kata Zuhuddin, untuk orang tua yang masih menunggu sertifikasi halal akan ditunda imunisasinya. Sedangkan orang tua yang mau anaknya diimunisasi tetap dilaksanakan.

“Pihak sekolah diminta memfasilitasi pelaksanaaan imunisasi ini di sekolah,” harapnya.

Bahkan, tambah Zuhuddin, dari hasil pemantauan Dinkes Sultra di 17 kabupaten/ kota, sebagian masyarakat mau imunisasikan anaknya tanpa dipengaruhi isu halal haram.

Laporan: Said
Editor   : Jubirman

Potretsultra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *