Diduga Tidak Valid Data Kapolda Soal TKA,Ombusman:Segera Klarifikasi

Keterangan Gambar : Kepala Ombudsman Kantor Perwakilan Sulawesi Tenggara, Mastri Susilo

Potretsultra

KENDARI– Merunut perkembagan masuknya Tenaga Kerja Asing (TKA) di Sultra kemarin,melalui bandara Haluole (HO) Kendari masih perlu tanda tanya besar oleh Ombusman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Sultra.

Sebab ironisi sajian data soal TKA yang disampaikan Kapolda Sultra dan Kemenkuham Sultra dipublik berbeda.Kondisi tersebut sangat meresahkan masyarakat Sulawesi Tenggara ditengah Daruratnya becana wabah Covid 19 (Virus corona) yang berasal dari Wuhan Cina.

Sebelumnya Kapolda Sultra,Brigjen Pol Merdisyam,menyampaikan informasi kepada masyarakat, malam kemarin di Rujab Gubenur Sultra.bahwa TKA berjumlah  40 WNA yang datang dari Jakarta, TKA asal PT VDNI yang memperpanjang izin visa.

“Mereka adalah TKA yang berkerja disalah satu perusahaan smelter yang ada di Sultra, yang kembali dari memperpanjang visa di Jakarta, jadi bukan mereka baru datang dari China,” jelas Merdisyam.

Seseorang yang diduga mengambil video tersebut Video viral di media sosial, khususnya WhatsApp dan Facebook.yang menyebutkan bahwa puluhan TKA itu adalah pembawa Virus Corona yang baru datang dari China langsung menangkap Pengunggah Video viral WNA di Bandara HLO Kendari.

Sementara Kementerian Hukum dan Ham Sultra merilis catatan perjalanan 49 WNA asal China yang tiba Minggu malam kemarin. Secara resmi, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sultra, Sofyan menyampaikan bahwa WNA tersebut tak memperpanjang Izin Kerja di Jakarta. Tetapi, 49 WNA tersebut adalah WNA baru, yang datang dari China melalui Bandara Soerkarno Hatta Jakarta setelah transit di Bangkok, Thailand. 49 WNA ini sebelumnya telah menjalani Karantina di Thailand dan menjalani pemeriksaan kesehatan KKP di Bandara Soekarno Hatta.

Potretsultra

Ombusman Perwakilan Sultta mencermati perkembangan pasca kedatangan TKA asal China, yang diduga pekerja pada Pabrik Smelter VDNI Morosi Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara.Sesuai Pasal 6 (enam) UU No 37/2008 tentang Ombudsman RI

Bahwa Ombudsman berfungsi mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik yang diselenggarakan oleh Penyelenggara Negara dan pemerintahan baik di pusat maupun di daerah termasuk yang di selenggarakan oleh Badan Usaha Milik Negara,Badan Usaha Milik Daerah, dan Badan Hukum Milik Negara serta Badan Swasta atau perseorangan yang diberi tugas menyelenggarakan pelayanan publik tertentu.

Menyikapi hal tersebut Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sultra,Mastri Sosilo menyampaikan beberapa hal yang perlu ditindaklanjuti yakni sebagai berikut

1.Kepada Kapolda Sulawesi Tenggara, untuk segera melakukan klarifikasi terkait informasi yang kami duga tidak valid terkait kedatangan TKA tersebut, dan menjelaskan kepada Publik sumber informasi yang sudah Kapolda dapatkan sebelum memberikan konferensi press di Rujab Gubernur pada hari Minggu tanggal 15 Maret 2020

2. Kepada Gubernur Sulawesi Tenggara untuk segera membentuk Gugus Tugas penanganan Pandemi Virus Corona dan menunjuk ‘Satu Juru Bicara” dan membuka posko crisis center penanganan pandemi virus corona, sebagai pusat informasi sehingga tidak terjadi kesimpangsiuran informasi ditengah masyarakat.

3. Kepada Gubernur, Bupati Konawe, Polda Sultra, Dinas Kesehatan dan Tim PORA Kementrian Hukum HAM Provinsi dan pihak lain yang terkait untuk segera melakukan pengawasan dan pemeriksaan TKA yang ada di Morosi maupun yang berada di Wilayah lain di Sultra.

4. Kepada Kapolda Sultra disarankan untuk tidak melanjutkan kasus dugaan pidana ITE yang dilakukan oleh Saudara Harjono dalam mengupload Video kedatangan TKA.

5. Terkait dengan dugaan maladministasi atas kedatangan TKA di Kendari, yang diduga ada kelalaian pada KKP Bandara Soekarno Hatta dan Keimigrasian menjadi ranah pengawasan Ombudsman RI dan Ombudsman RI Pwk Jakarta Raya.

6. Kepada Masyarakat Sulawesi Tenggara dimohon tetap tenang, tetap menghindari ruang ruang publik dan keramaian serta tetap menjaga pola hidup bersih.

Laporan:La Ismeid

Potretsultra Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *