Diduga Langgar Surat Edaran Bupati, Oknum ASN di Konkep Diperiksa

Keterangan Gambar : Ilustrasi

Potretsultra

KONAWE KEPULAUAN – Meski Bupati Konawe Kepulauan (Konkep)  Ir H Amrullah MT sudah mengeluarkan Surat Edaran terkait larangan keluar daerah bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) selama masa pandemi Covid-19, namun masih saja ada oknum yang melanggar.

Nampaknya Bupati Amrullah tidak main-main dengan Surat Edaran yang dikeluarkannya. Pasalnya, terbit Surat Perintah Pemeriksaan (SPP) yang bernomor 863/621/2020 tentang disiplin ASN yang ditandatangani oleh Sekretaris Daerah Konkep, Ir. H. Cecep Trisnajayadi, MM.

Surat tersebut ditujukan kepada salah satu oknum pegawai Puskesmas Waworete atas nama Samsul dengan Nomor Induk Pegawai (NIP) 19870607 201512 1 001, jabatan Staf. Diduga, oknum staf Puskesmas tersebut  melanggar surat edaran Bupati Konkep dengan nomor 443/590/2020 tentang larangan ASN untuk tidak berpergian keluar daerah dimasa pandemi Covid-19.

Kepala Puskesmas Waworete Hasrawati saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (11/5/2020) membenarkan bahwa ada surat perintah yang masuk untuk dilakukan pemeriksaan kepada salah satu pegawainya yang diduga melanggar disiplin ASN.

Surat Perintah Pemeriksaan dari Sekda Konkep (Foto: IST)

Surat Perintah Pemeriksaan dari Sekda Konkep (Foto: IST)

Kata Hasrawati, saat dilakukan pemeriksaan kepada oknum ASN tersebut, ia beralasan keluar daerah karena mengikuti pelatihan. Selain itu, lanjut Hasrawati, oknum itu juga mengaku telah mengantongi izin dari KTU.

“Ia (Samsul, red) mengaku keluar daerah karena ada pelatihan, dan juga sudah mengantongi izin dari KTU,” ujar Hasrawati.

Selain itu, tambah Hasrawati, bahwa oknum ASN yang diduga melanggar surat edaran bupati ini mengaku mengikuti pelatihan tentang aplikasi untuk kepentingan Puskesmas, tanpa menyebut nama instansi yang menggelar pelatihan tersebut.

“Tapi jika memang benar ada pelatihan itu, lalu mana surat pemberitahuannya. Kemudian yang  berhak merekomendasikan juga kan Kapus siapa nantinya yang akan mengikuti,” katanya.

Hasrawati juga mengatakan, justru ironis jika dalam situasi Pandemi Covid-19 ini ada instansi yang melakukan pelatihan. Karena, saat ini pemerintah sedang berjuang untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona. Sehingga pemerintah menganjurkan untuk menjaga jarak, menghindari kerumunan, serta menerapkan pola hidup sehat.

“Jika memang ada urusan yang sangat mendesak tolong disampaikan kepada pimpinannya, jangan main kucing-kucingan. Apalagi izin hanya lewat KTU, memangnya yang berhak mengeluarkan izin itu KTU atau Kapus,” ucapnya.

Hasrawati menegaskan, dalam waktu dekat pihaknya bakal mengirimkan surat balasan kepada Dinas Kesehatandan BKPSDM  untuk dilakukan proses lebih lanjut. Terkait, apakah yang bersangkutan melanggar PP nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin ASN. Nanti BKPSDM yang putuskan, termasuk sangsi apa yang akan diberikan.

Untuk diketahui, saat awak media mencoba menemui Saudara Samsul di Kantor Puskesmas Waworete sekitar Pukul 11.30 Wita. Namun sayangnya, oknum yang bersangkutan sedang tidak berada di Kantor Puskesmas

Laporan: Redaksi

Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *