Di Hadapan Mendagri, Rasyid Syawal Desak Pemerintah RI Mekarkan Kepton

Keterangan Gambar : Ketua DPW PPP Sultra, Abdul Rasyid Syawal

JAKARTA – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Abdul Rasyid Syawal mendesak Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian agar Provinsi Kepulauan Buton (Kepton) segera dimekarkan.

Hal ini disuarakannya saat di forum Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PPP di Jakarta pada Sabtu (14/12/2019) kemarin. Diketahui, Mukernas tersebut juga dihadiri Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.

Di hadapan Mendagri itu, Rasyid Syawal mendesak Pemerintah RI agar suara pemekaran Provinsi Kepton juga diakomodir. Kata dia, jika Papua diakomodir karena tuntutan maka haruskah masyarakat Buton Sulawesi Tenggara (Sultra) ikut rusuh turn ke jalan hanya untuk meneriakkan pemekaran Kepton.

“Yang ingin kami sampaikan dari masyarakat Kepulauan Buton, mestikah kami harus rusuh juga supaya Provinsi Kepulauan Buton itu mekar,” ujar Rasyid Syawal.

Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini juga mengingatkan, bahwa Presiden Soekarno masa itu sempat menjanjikan bahwa eks Kesultanan Buton mendapat perlakuan istimewa sama seperti Aceh dan Yogyakarta.

“Sultan Buton menyerahkan wilayahnya kepada Presiden Soekarno dengan janji menjdi daerah istimewa. Padahal Kesultanan Buton adalah negara berdaulat yang ditandai dengan bendera dan mata uang,” tuturnya.

“Selain itu, Buton tidak pernah dijajah Belanda, keberadaan Belanda di Buton semata-mata hubungan bilateral sesama negeri berdaulat,” sambungnya.

Rasyid Syawal juga menerngkan kondisi Kepulauan Buton yang secara geografis memenuhi syarat. Karena Provinsi Sultra itu berada di daratan Pulau Sulawesi, sedangkan Buton itu berada di kepulauan.

“Sebagai catatan, kalau Kepulauan Buton mekar, itu memenuhi syarat kaitannya dengan pelayanan. Karena Provinsi Sulawesi Tenggara itu berada di daratan dan Provinsi Kepulauan Buton itu berada di kepulauan,” tutup politisi asal Kepulauan Buton itu.

Laporan: Jubirman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *