Caleg DPR RI, Nirna Lachmuddin Berikrar Siap Berantas Korupsi

Caleg DPR RI Nirna Lashmuddin
Keterangan Gambar : Nirna Lachmuddin memberikan keterangan pers terkait peringatan anti korupsi dikediamannya,Senin (10/12/2018)

KENDARI-Caleg DPR RI dapil Sulawesi Tenggara (Sultra), dari PDI Perjuangan Nirna Lachmuddin (NL), mengikrakan sumpah jika dia terpilih menjadi senator dewan di Senayan siap memberantas korupsi kolusi dan nepotisme (KKN).

Dia menyebut, gaya hidup mewah dan mahar politik, menjadi akar dari korupsi yang selama ini membuat banyak anggota dewan diciduk oleh lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

NL mengungkapkan, biang dari korupsi yang selama ini banyak menjerat anggota dewan berasal dari banyak hal, namun yang lebih sering adalah dari mahar politik yang mahal dan gaya hidup berlebihan yang memanfaatkan jabatan untuk merebut kekuasaan.

Kata Nirna, jadi bertepatan dengan Peringati Hari Anti Korupsi (HAK), 9 Desember dapat dimaknai untuk meningkatkan kesadaran anti korupsi di seluruh dunia.

“Sebagai komitmen saya turut berikrar dan sumpah dihadapan kepada masyarakat Sultra untuk bersama-sama memberantas korupsi, jika saya tidak mampu menjalankan komitmen itu maka saya siap mundur dari jabatan,” ungkap NL saat diwawancarai di kediamannya,Senin (10/12/2018).

Ia menuturkan, jika suatu daerah berkembang dan lebih maju maka harus bebas dari korupsi. Sebab korupsi lah yang membuat pembangunan bisa terhambat dan lamban.

“Tindakan korupsi lah yang dapat menghacurkan bangsa kita. Sedianya kita bersama-sama memberantas dan mencegah perbuatan yang melawan hukum dan merugikan keuangan rakyat,” tegasnya.

Mantan Anggota DPRD Provinsi Sultra ini menambahkan, sebagai wujud komitmennya terhadap rakyat jika diamanahkan di kursi parlemen RI nantinya, ada tujuh program prioritas yang akan diperjuankan yakni peningkatan infrastruktur daerah, pendidikan, kesehatan gratis berkualitas, petani dan nelayan mandiri, serta pemberdayaan perempuan dan usaha kecil dan mikro.

“Selain itu, saya juga siap manampung segala aspirasi termaksud tidak akan berkompromi dengan praktek KKN,” terangnya.

Olehnya itu, NL menegaskan, dirinya siap mundur dari jabatannya nanti, ketika semua program-program yang telah dicanangkan tidak dilaksanakan.Terlebih ketika dia terindikasi kasus korupsi.

“Dengan ikrar dan sumpah di hadapan tim saya jika benar terindikasi korupsi tentunya saya sudah menegaskan akan mundur dari jabatan saya,” tukasnya.

Ia menambahkan, sebagai wakil rakyat, pejabat pemerintahan maupun pejabat non pemerintah tidak boleh memanfaatkan jabatan untuk melakukan tindakan korupsi.

“Pergunakan jabatan yang diemban sebaik-baiknya, karena itu amanah kepada rakyat yang dipertanggungjawabkan dunia akhirat,” tutupnya.

Laporan: Sultan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *