Buka Isolasi Desa, Jembatan Gantung Bobolio di Konkep Bakal Dibangun 2021

Keterangan Gambar : Jembatan Gantung di Sungai Baku-Baku Kecamatan Wawonii Selatan (Foto: IST)

KONAWE KEPULAUAN – Setelah tuntas dibangun jembatan gantung di Sungai Wawouso Kecamatan Wawonii Selatan Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) pada tahun 2019 lalu, pada tahun 2021 nanti bakal dibangun lagi jembatan gantung di Sungai Bobolio.

Jembatan gantung yang dibangun oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI pada tahun 2019 lalu menghubungkan antara Wawouso dan Baku-Baku di Wawonii Selatan dengan bentang panjang 96 meter.

Kepala Dinas PUPR Konkep, Israwan Sulfa melalui Kepala Bidang Bina Marga Unang Sulaeman  mengungkapkan bahwa tahun 2021 nanti bakal dibangun jembatan gantung lagi yang menghubungkan antara Bobolio dan Baku Baku Kecamatan Wawonii Selatan dengan bentang panjang kurang lebih 60 meter.

“Jembatan gantung Bobolio akan dibangun tahun 2021. Sebenanrnya akan dibangun tahun 2020 dan sudah ter acc hanya karena dalam suasana Covid-19, sehingga digeser ke tahun 2021,” ungkap Unang Sulaeman kepada Potretsultra.com saat ditemui beberapa waktu lalu.

Menurut Unang, dari 17 kabupaten/ kota se Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), hanya 5 daerah yang mendapatkan bantuan pembangunan jembatan dari Kementerian PUPR RI, diantaranya Konkep. Namun karena dalam suasana pandemi Covid-19, maka di tahun 2020 ini pembangunan jembatan gantung yang terealisasi hanya 1 kabupaten yakni Kolaka Timur.

“Kemarin kan di Sultra yang dapat 5 daerah, salah satunya Konkep di jembatan gantung Bobolio. Tapi karena Covid-19 maka yang teralisasi hanya Kolaka Timur, 4 daerah lain terhenti, termasuk Konkep digeser ke tahun 2021,” jelasnya.

Kata Unang, tujuan dibangunnya jembatan gantung baik dari Wawouso ke Baku Baku maupun dari Bobolio ke Baku Baku yakni untuk membuka akses daerah yang terisolir. Karena selama ini, warga desa Baku Baku kesulitan akses disebabkan diapit dua sungai yakni Sungai Wawouso dan Sungai Bobolio.

“Supaya aksesnya lancar walaupun ini bukan jalan utama karena jembatan gantung kan tidak bisa untuk kendaraan roda empat, hanya roda dua. Tapi minimal akses mobilitas masyarakat di wilayah itu bisa lancar,” ucapnya.

Sementara itu, saat ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI telah menyelesaikan sebanyak 120 jembatan gantung yang tersebar di sejumlah provinsi di Indonesia. Jembatan tersebut dibangun menggunakan anggaran Tahun 2019 sebagai salah satu infrastruktur kerakyatan untuk memperlancar mobilitas dan memangkas waktu tempuh antar desa yang sebelumnya harus memutar jauh akibat dipisahkan oleh kondisi geografis Indonesia, seperti lereng, bukit, jurang, ataupun sungai.

“Hadirnya jembatan ini akan mempermudah dan memperpendek akses warga masyarakat perdesaan menuju sekolah, pasar, tempat kerja, mengurus administrasi ke kantor kelurahan atau kecamatan dan akses silaturahmi antar warga,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono beberapa waktu lalu.

Laporan: Jubirman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *