KENDARI – Badan Pengawas Rumah Sakit Provinsi Sulawesi Tenggara Provinsi (Sultra) kembali menunjukkan kiprah sebagai lembaga pengawas rumah sakit di Sulawesi Tenggara dengan turun tangan mendamaikan kisruh yang terjadi antara pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kendari dan keluarga pasien, Senin (13/02/2023).
Dalam pertemuan yang dihadiri langsung jajaran pejabat RSUD Kota kendari, dan pihak keluarga pasien, BPRS berhasil memediasi kedua belah pihak hingga berujung saling memaafkan.
Ketua BPRS Provinsi Sultra, Dr La Ode M Bariun menyatakan pihak mengklarifikasi langsung persoalan yang terjadi, dimana keluarga pasien diketahui kecewa dengan tidak optimalisasinya pelayanan Rumah Sakit Kota Kendari tersebut.
Setelah pertemuan berlangsung LM Bariun menjelaskan bahwa ternyata ada miss komunikasi dalam persoalan tersebut.
“Jadi kami ke RSUD Kota kendari melakukan klarifikasi kaitan keluhan pasien soal ruang inap pasien, ternyata setelah diklarififikasi tadi hanya soal miskomunikasi,” jelasnya.
Urung rembuk persoalan tersebut diakhiri dengan saling memaafkan antara pihak rumah sakit dan keluarga pasien.
Dr LM Bariun mengurai kronologis kisruh itu, sehingga muncul polemik miskomunikasi, dimana awalnya, pasien masuk RS Kota Kendari, anak umur 14 tahun langsung diperiksa mengalami sakit demam. Sambil cek laboratorium dan konsul dokter anak.
Pasien pemegang Kartu JKN dengan hak Kelas I. Di RSUD Kota Kendari saat itu sudah tidak tersedia ruang Kelas I karena full untuk perawatan anak dengan penyakit demam yang diderita. Akan tetapi karena keluarga pasien tidak yakin, sehingga mengecek sendiri ke ruang Sakura dan menemukan ruang kosong.
Akan tetapi, ruang tersebut tak digunakan lagi karena akan direhab sebab tidak standar. Keluarga pasien tidak puas sehingga mencari lagi informasi terkait ketersediaan ruangan lewat mobile JKN.
Pada display Mobile JKN tertera Kelas I kosong lima tempat tidur, namun tempat kosong itu peruntukan untuk TT pasien pasca melahirkan dan TT untuk pasien dewasa penyakit menular, sehingga tidak direkomendasikan untuk pasien anak.
Petugas memberitahukan kondisi tersebut kepada keluarga pasien tapi keluarga tak puas dan meminta untuk dirujuk ke RS lain.
Tim Redaksi






















Tinggalkan Balasan