BLT Dana Desa Cair, 87 Warga Mosolo di Konkep Terima Bantuan Tunai

Keterangan Gambar : Kades Mosolo, Zabarudin Saat Bagikan BLT ke Penerima Bantuan

Potretsultra

KONAWE KEPULAUAN – Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang ditunggu-tunggu warga desa akhirnya kini kembali dicairkan di tahun 2021.

Seperti yang dilakukan di Desa Mosolo Kecamatan Wawonii Tenggara Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep). Sebanyak 87 Kepala Keluarga (KK) resmi menerima BLT dari Dana Desa pada Senin (7/6/2021) kemarin. Masing-masing penerima BLT diberikan bantuan Rp. 300.000 untuk tahap bulan Januari.

“Saat ini kami masih membagikan 300 ribu per KK untuk Bulan Januari sesuai arahan dari Dinas PMD, untuk bulan Februari, Maret, dan seterusnya kami masih menunggu arahan dari dinas terkait,” ujar Kepala Desa Mosolo, Zabarudin saat ditemui usai pembagian BLT.

Lanjut Zabarudin, jumlah penerima BLT Dana Desa di tahun 2021 ini terbilang menurun. Karena di tahun 2020 kemarin jumlah penerima BLT ada 91 orang, sekarang menjadi 87 orang. Hal ini disebabkan beberapa hal, diantaranya regulasi dari Kemendes yang lebih diperketat terhadap para penerima BLT.

“Penerima BLT di Mosolo berkurang karena ada yang pindah desa, ada yang telah meninggal, dan ada juga yang dianggap sudah tidak memenuhi persyaratan, karena sekarang melihat kriteria pendapatan per bulan di atas Rp 300 ribu per bulan sudah tidak bisa lagi dapat BLT,” jelasnya.

Saat ditanya apakah data penerima BLT tahun 2021 ini bisa bertambah, Zabarudin menegaskan, sudah tidak akan ada lagi penambahan nama-nama penerima BLT tahun 2021. Karena kata dia, data penerima BLT DD sudah diinput di Kemendes.

“Data sudah diinput di Kemendes, karena ini sudah melalui perencanaan, beda dengan tahun 2020 lalu yang terjadi kejadian darurat,” katanya.

Zabaruddin berharap agar warga desanya yang telah menerima BLT tersebut untuk memanfaatkan dana bantuan itu dengan sebaik-baiknya. Ia juga meningatkan, supaya warga tidak mengaharpkan penuh bantuan pemerintah lewat BLT ini namun juga harus mengingat aktivitas kesehariannya sebagai petani atau nelayan.

“Jangan juga kita ini terlalu berharap adanya bantuan sepenuhnya, kita juga harus ingat sebagai petani atau nelayan sebagai pekerjaan sehari-hari kita agar tetap terus bekerja dan berusaha,” harapnya.

Laporan: Man

Potretsultra Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *