Begini Cerita Haru KPU Bombana Sasar Pemilih Penyandang Disabilitas

KPU Bombana Saat Mensosialisasikan Pemilu ke Penyandang Disabilitas (Foto: IST)
Keterangan Gambar : KPU Bombana Saat Mensosialisasikan Pemilu ke Penyandang Disabilitas (Foto: IST)

Potretsultra

RUMBIA – Demi mensukseskan Pemilihan Umum (Pemilu) pada 17 April 2019 mendatang, tiga anggota KPU Kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), menyusuri tiap desa di Kecamatan Rarowatu, Rabu (23/01/2019) lalu.

Menurut Kooordinator Divisi (Kordiv) Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih KPU Kabupaten Bombana, Abdi Mahatma, hal itu dilakukannya di Kecamatan Rarowatu hampir seharian penuh. Mereka keluar masuk rumah-rumah warga yang teridentifikasi sebagai pemilih penyandang disabilitas, memberi informasi soal Pemilu 2019 sekaligus ajakan mencoblos ke TPS.

Setidaknya, lanjut Abdi Mahatma, ada 27 pemilih yang hari itu disasar. Metodenya, para komisioner bersama PPK, PPS termasuk Relawan Demokrasi (Relasi) menyambangi tiap rumah pemilih yang teridentifikasi disabilitas.

“Kami anggap cara ini (mengunjungi ke rumah), lebih manusiawi,” kata Abdi Mahatma, Senin (28/01/2019).

Abdi Mahatma juga menambahkan, bersama dua anggota KPU Bombana lain, Kasjumriati Kadir dan Soeherman, mereka menemui para calon pemilih di rumahnya, berbincang dengan empati, dan menyampaikan bila Pemilu akan segera digelar.

“Mereka juga kami kenalkan soal 5 surat suara, jumlah dan nama Peserta Pemilu,” tambahnya.

Menariknya, kata Abdi, rata-rata para penyandang disabilitas, lebih paham jika diedukasi dengan pendekatan bahasa lokal. Komunikasi dengan berbahasa ibu, yakni Bahasa Moronene diselingi dengan candaan khas lokal, ternyata mencairkan suasana.

Potretsultra

“Kebetulan, saya bisa berkomunikasi dengan bahasa lokal, jadi sangat membantu sosialisasi. Sesekali kita juga sampaikan rasa simpati terhadap situasi mereka, dan doa agar bisa segera lebih baik kondisinya,” jelasnya.

Lanjut Abdi, seorang penyandang disabilitas bernama Irsan, mengaku sangat senang KPU Bombana bisa berkunjung ke rumahnya, yang berlantai tanah dengan dinding papan yang sudah lapuk itu. Menurutnya, meski tak bisa melihat, ia selalu berusaha ke TPS saat pemilihan.

Sambungnya, di Desa Taubonto lain lagi. Seorang perempuan tua yang tuna netra dan rungu, menangis ketika anggota KPU Bombana mendatangi kediamannya. Perempuan yang saat masih sehat bekerja sebagai dukun bersalin ini khawatir jika usianya tak panjang lagi, dan tak bisa sempat ke TPS.

Selain di Kecamatan Rarowatu, kata Abdi, sehari sebelumnya tiga anggota KPU Bombana yakni Abdi Mahatma, Kasjumriati Kadir dan Muh Safril juga menggelar sosialisasi di Kecamatan Matausu, sebuah wilayah dengan medan yang sulit dijangkau. Sasaranya adalah pemilih perempuan.

Menurut Ketua PPK Matausu, Kasriwanto, untuk sampai ke lokasi sosialisasi, harus dengan kendaraan khusus. Roda empat, harus double handle. Sedangkan roda dua, lebih mudah dengan motor jenis trail.

“Kalau sedang hujan, bukan hanya lumpur dan jalan licin, kadang harus berhadapan dengan tiga anak sungai yang meluap,” kata Kasriwanto.


Laporan: Jubirman

Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *