BADKO HMI Minta DPP Gerindra,PAW Alm Imran Dipertimbangkan

Keterangan Gambar : Sekum BADKO HMI Sultra Arsadam Moita

KENDARI–  Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Sulawesi tenggara, melalui sekretaris umumnya  (Sekum) Arsadam Moita,meminta kepada DPP Gerindra untuk mempertimbangkan Pergantian Antar Waktu (PAW) Anggota DPR RI Almarhum H Imran,di Senayan.

Dikatakanya,jika merunut pada momentum pilcaleg Anggota DPR RI dapil Sultra ditahun 2019, perolehan terbanyak Suara Kedua Partai gerindra yang di tetapkan oleh KPU adalah Bapak Haerul saleh selaku Penganti antar waktu (PAW) Urutan Pertama Partai gerindra untuk anggota DPR RI Terpilih.

“Namun menurut penilain kami beliau (Haerul Saleh red) banyak meninggalkan preseden yang buruk pada pemilu khususnya bagi partai gerindra dimata masyarakat. Dimana pada tahun 2014 lalu,pada saat bapak haerul saleh maju mencalonkan diri pada kontestasi Pilcaleg DPR RI dapil sultra sebagai keterwakilan partai gerindra menuai banyak persoalan,”ujar Arsadam dalam keterangan persnya,kepada potretsultra.com,Sabtu (5/4/2020)

Sambungnya lagi,pada saat itu Haerul Saleh digugat oleh calon lain H Aptati Kamarudin, dengan dugaan telah melakukan penggelembungan suara yang berdampak pada pemecatan 5 anggota komisioner KPU Kolaka.

Sehingga katanya, dapat berimplikasi pada rusaknya tatanan sistem demokrasi di mata rakyat dan juga kurangnya kepercayaan masyarakat pada Kader partai gerindra terkhusus dapil sultra.

Bukan hanya itu, setelah Bapak Haerul saleh Dinyatakan terpilih dan menjalankan tugas selaku anggota DPR RI fraksi Partai Gerindra dapil Sultra periode 2014-2019 dengan berbagai macam praharanya, ia tak banyak melakukan kontribusi nyata bagi masyarakat Sultra.

“Olehnya itu, kami meminta DPP partai gerindra untuk kemudian mempertimbangkan bapak haerul saleh sebagai Penganti Antar Waktu (PAW) partai gerindra penganti ketua DPD Gerindra Sultra Alm H Imran di senayan,

“Besar Harapan Kami penganti Antar Waktu (PAW) Alm. Drs. H. Imran M.Si yang diputuskan oleh DPP partai Gerindra lebih mengedepankan kader visioner dan berintegritas yang mampu memperjuangkan daerahnya disenayan dan yang lebih penting lagi tidak cacat secara demokrasi,”harapnya.

Ia menambahkan,berpulangnya kerahmatullah H Imran membuat partai besutan Prabowo Subianto kehilangan kader terbaiknya, salah satu politisi Sultra yang menjadi representasi masyarakat Di senayan.

“Kami selaku organisasi kepemudaan di SULTRA ikut serta mendo’akan semoga alm. Mendapatkan tempat terbaik disisi-Nya dan bagi keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan oleh Allah SWT.

Laporan:La Ismeid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *