Anggota Granat Kendari Difitnah Bakal Gelar Kontes Gay di Sultra

Ketua Granat Kendari, Hendrawan dan Rahmam Ashar bersama anggota Granat Kendari Lainnya (Foto: IST)
Keterangan Gambar : Ketua Granat Kendari, Hendrawan dan Rahmam Ashar bersama anggota Granat Kendari Lainnya (Foto: IST)

KENDARI – Ketua Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Kota Kendari, Hendrawan membantah terkait beredarnya foto dan informasi bahwa salah satu oknum anggota Granat Kendari bakal menggelar kontes gay dan lesbian se tingkat internasional di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Menurut Hendrawan, kabar terkait rencana kontes gay dan lesbian tersebut adalah informasi yang tidak benar dan hal itu hanyalah fitnah belaka. Sehingga pihaknya mendesak Polda Sultra untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

“Kami minta Polda Sultra harus cepat usut dan tangkap pelaku penyebar hoaks itu,” tegas Hendrawan, Sabtu (17/11/2018).

Kata Hendrawan, akibat informasi yang kini sedang viral di Media Sosial tersebut, Rahman Ashar selaku oknum yang dituduh bakal menggelar kontes gay dan lesbian tingkat internasional itu saat ini tengah mendapat intimidasi dari beberapa orang yang tak dikenal.

“Bahkan ada beberapa Ormas yang akan melakukan demonstrasi. Padahal itu hoaks dan fitnah dan pastinya tidak benar sama sekali,” katanya.

Menurut pengakuan Rahman Ashar, saat ini dirinya selalu mendapat ancaman dari orang yang tak dikenalnya, bahkan ia juga diancam akan dibunuh. Padahal informasi tersebut hanyalah hoaks dan fitnah yang dialamatkan kepada dirinya.

Kata Rahman Ashar, bukan hanya dirinya yang mendapat ancaman, keluarganya juga selalu diteror via telepon seluler bakal dibunuh akibat kabar hoaks tentang kontes gay dan lesbian yang bakal digelarnya tersebut.

“Saya dan keluarga sering mendapat intimidasi dan akan dibunuh,” jelasnya.

Menurut Rahman, memang benar akun facebook bernama Rahman Ashar itu adalah akun milik pribadinya. Namun akun tersebut telah dibajak sejak tahun 2016 lalu. Sehingga postingan-postingan di akun FB bernama Rahman Ashar tersebut bukan lagi postingan olehnya, namun sudah diposting oleh si pembajak itu.


Laporan: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *