Ada Warga Desa di Konkep Mengeluh, Belum Terima BLT Selama 9 Bulan

Keterangan Gambar : Ilustrasi

KONAWE KEPULAUAN – Bantuan Langsung Tunai (BLT) semestinya dapat membantu dan meringankan beban ekonomi warga yang terdampak dari Covid-19.

Namun ini berbeda dengan yang dialami oleh warga di salah satu desa di Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep). Warga Desa Labisa Kecamatan Wawonii Utara berinisial DW malah mengeluhkan dana BLT Covid-19.

Kata DW, nama ibunya tertera dalam daftar penerima BLT Covid-19 di Desa Labisa. Namun selama 9 (sembilan) bulan yakni sejak September 2021 hingga Juli 2022 ini, bantuan sosial itu juga diduga tak kunjung diberikan. Meskipun ibunya kini menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Siriah Timur Tengah, namun namanya tertera sebagai penerima BLT.

“Mamaku ini pergi jadi TKW karena mau biayai adeku yang masih sekolah, kenapa itu uang tidak dikasikan saja adeku padahal di daftar penerima ada namanya, mendingan dihapus saja datanya kalau tidak mau kasikan,” ungkap DW belum lama ini.

Dalam pengakuannya, DW sudah berkali-kali menanyakan BLT yang bersumber dari Dana Desa (DD) itu ke Kepala Desa (Kades) maupun bendahara Desa Labisa. Namun kata dia, masih saja bantuan tunai itu tak diberikan.

Kata DW, ibunya harus menyerahkan kartu vaksin sebagai syarat penerimaan BLT. Namun karena ibunya yang menjadi TKW di Siriah tidak ada vaksinasi Covid-19 sehingga tidak ada kartu vaksin atas nama ibunya. Awalnya bendahara desa menawarkan solusi agar adik DW saja yang divaksin untuk mewakili ibunya sebagai penerima BLT, namun meski sudah divaksin dua kali ternyata dana itu belum juga diberikan.

“Setelah itu saya pergi kembali tanyakan sama bendahara, dia menyarankan agar adeku vaksin dulu supaya bisa terima BLTnya mamaku tapi sudah dua kali ikut vaksin belum juga dikasikan,” katanya.

Menurut DW, dana BLT itu mestinya diserahkan kepada adik bungsunya yang masih duduk di bangku kelas tiga SMP. Hal tersebut karena ibunya memang sementara berada di Siriah untuk mencari nafkah. Yang mengherankan bagi DW, ada juga di desa tetangga yang ibunya jadi TKW di Saudi Arabia. Namun ia tetap menerima BLT meski tanpa menyerahkan kartu vaksin Covid-19.

“Ini sepupuku tidak ada kartu vaksinnya mamanya tetap dia terima. Kenapa dia mamaku tidak bisa terima,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi, Kades Labisa, Sutiawan mengakui bahwa dirinya belum menyerahkan dana BLT Covid-19 itu ke ibunya DW. Alasannya karena kartu vaksin belum dia terima.

“Saya tidak berani memberikan kalau kartu vaksinnya belum saya terima. Kalau sudah ada kartu vaksinnya saya akan berikan,” jawabnya singkat.

Laporan: Redaksi

Potretsultra Potretsultra Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *