Hadapi Pemilu 2024, Ini Persiapan Bawaslu Kendari

Keterangan Gambar : Ketua Bawaslu Kota Kendari, Sahinuddin

KENDARI – Menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) serentak pada tahun 2024 mendatang, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Kendari telah memulai langkah-langkah persiapan untuk mensukseskan pesta demokrasi tersebut.

Ketua Bawaslu Kota Kendari, Sahinuddin mengungkapkan sesuai PKPU Nomor 3 Tahun 2022 bahwa tahapan itu sudah dimulai  sejak 14 Juni yang lalu. Tahapan ini disebut masih tahapan persiapan nanti pada tanggal 29 Juli ini baru akan dimulai pendaftaran calon peserta Pemilu dalam hal ini Partai politik.

“Bagi Bawaslu, saat ini adalah momentum pertama secara internal, kami menyiapkan penguatan-penguatan kapasitas,” ungkap Sahinuddin saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (4/7/2022).

Menurut Sahinuddin, bagi Bawaslu Kota Kendari Pemilu itu merupakan hal yang rutinitas dan berulang baik kewenangan terkait pengawasan, pencegahan, dan penanganan pelanggaran semua sudah dipraktekkan pada Pemilu 2019 yang lalu. Meski begitu, masih sangat penting dilakukannya penyegaran kembali kepada para staf di internal Bawaslu.

“Kami rutin melakukan penguatan baik terkait pengawasan, tahapan, temasuk didalam itu potensi-potensi kerawanan, kemudian juga terkait simulasi kembali penanganan pelanggaran, dan penyelesaian sengketa, termasuk secara umum bagaimana penguatan-penguatan Sumber Daya Manusia dalam aspek administrasi,” jelasnya.

“Tidak hanya kami pimpinan Bawaslu yang memberikan penguatan kepada staf, tetapi kami juga akan menghadirkan narasumber-narasumber luar yang memahami terkait kepemiluan seperti akademisi, dan ada juga pegiat Pemilu,” sambungnya.

Saat ini, lanjut Sahinuddin, sebagai fungsi pencegahan Bawaslu Kendari juga sedang melakukan penguatan-penguatan demokrasi, bagaimana membangun pengawasan-pengawasan partisipatif di masyarakat. Salah satunya misalnya pada 21 Juni lalu kami berkolaboasi dengan Pemerintah Daerah membuat kegiatan penguatan demokrasi dan politik.

“Kalau dulu nanti masuk tahapan baru kita lakukan penguatan-penguatan, sosialisasi ke masyarakat, tapi ini jauh hari kita sudah lakukan. Harapan kita ketika masuk tahapan maka masyarakat benar-benar sudah memahami esensi demokrasi,” terangnya.

Sahinuddin menambahkan, saat ini juga pihaknya mulai merencanakan kegiatan-kegiatan yang sifatnya sosialisasi misalnya sosialisasi produk hukum yang orientasinya itu bagaimana Perbawaslu terkait penggunaan kewenangan Bawaslu tersosialisasi dengan baik.

“Termasuk hal-hal di Pemilu itu apa yang boleh, apa yang tidak boleh, apa yang dilarang, itu yang terus kami sampaikan,” tambahnya.

Kata Sahinuddin, persiapan selanjutnya yakni di internal Bawaslu minggu ini sampai pekan depan akan melakukan Rakor pimpinan terkait penanganan pelanggaran, rakor sengketa, dan sebagainya. Selain itu juga, Bawaslu Kendari akan melakukan Go to School dalam rangka membangun pola pengawasan partisipatif menyasar pemilih pemula.

“Sasaran kami itu Insya Allah minggu depan di SMAN 2 Kendari dengan menghadirkan siswa-siswa yang sudah memenuhi syarat sebagai pemilih, sudah berumur 17 tahun,” katanya.

Selain Bawaslu Go to School, Bawaslu Kendari juga akan menyasar ke penyandang disabilitas. Jadi penyandang disabilitas juga tidak hanya didorong menyalurkan hak pilih,  tetapi juga harus memahami apa yang dilarang, apa yang boleh, dan apa yang tidak boleh.

“Sehingga harapan kita antara disabilitas dan masyarakat umum menjadi setara dalam urusan demokrasi ini,” pungkasnya.

Laporan: Jubirman

Potretsultra Potretsultra Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *