Tindak Lanjuti Demo Sopir Kontainer, DPRD Kendari Desak Pelindo Tangani Jalan Rusak

Keterangan Gambar : DPRD Kota Kendari saat berpose bersama usai melaksanakan kunjungan kerja di Pelindo

KENDARI – Merespons unjuk rasa sopir kontainer yang tergabung dalam Ikatan Driver Container Kendari pada Rabu (2/7/2025), DPRD Kota Kendari langsung turun tangan dengan melakukan kunjungan kerja ke Pelindo. Aksi tersebut menyoroti kerusakan parah pada akses utama menuju Pelabuhan Bungkutoko, yang selama ini menjadi jalur vital distribusi logistik.

Kunjungan lapangan dipimpin Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari, La Ode Ashar, yang menyebutkan bahwa kondisi jalan tersebut sudah sangat memprihatinkan dan membutuhkan penanganan serius. Menurutnya, jalan itu tidak lagi cukup hanya dengan perbaikan aspal biasa.

“Setelah dilakukan analisis teknis, jalan ini tidak cukup hanya diaspal karena tonase kendaraan kontainer yang melintas sangat berat. Harus dibeton agar tahan lama,” ujarnya kepada wartawan, Senin (7/7/2025).

Dari hasil perhitungan, proyek pengecoran beton pada jalur pelabuhan tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran hingga Rp45 miliar. Mengingat tingginya biaya, Pemkot Kendari berencana mengusulkan pembiayaan ke pemerintah pusat melalui program strategis nasional atau dana alokasi khusus.

Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari, La Ode Ashar saat memberikan pernyataan dalam kunjungannya di Pelindo

Namun, La Ode Ashar menegaskan bahwa menunggu realisasi anggaran pusat bukanlah satu-satunya opsi. Untuk solusi jangka pendek, pihaknya mendorong agar Pelindo menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk memperbaiki kerusakan jalan sementara waktu.

“Sambil menunggu dana pusat dan proses hibah aset jalan, kami dorong Pelindo mengambil peran melalui CSR. Jangan sampai jalan ini terus membahayakan pengguna,” tegasnya.

Menurut politisi Partai Golkar itu, Pelindo menyatakan kesiapannya membantu perbaikan jalan, tetapi mengajukan syarat agar akses jalan tersebut terlebih dahulu dihibahkan dari Pemkot Kendari kepada Pelindo. Terkait hal itu, DPRD mendorong dilakukan kajian matang agar tidak merugikan aset daerah.

“Pelindo siap bantu asal jalannya dihibahkan dulu. Kalau memang tidak ada risiko terhadap aset Pemkot, kenapa tidak? Asal jelas dan terukur,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan kawasan pelabuhan sejak awal memang melibatkan komitmen Pemkot Kendari, khususnya dalam hal penyediaan lahan dan infrastruktur penunjang. Karena itu, pemerintah daerah juga harus konsisten dalam menuntaskan tanggung jawabnya.

DPRD Kota Kendari saat melakukan kunjungan kerja di Pelindo terkait jalan rusak di Pelabuhan Bungkutoko-Pelindo

Sebagai tindak lanjut, DPRD Kota Kendari akan menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara pada 14 Juli 2025, guna membahas solusi komprehensif atas persoalan infrastruktur jalan ke Pelabuhan Bungkutoko.

“Kita akan hadir di RDP dan mendorong agar Pelindo segera ambil langkah konkret sebelum forum itu digelar. Supaya masyarakat dan para sopir tahu, aspirasinya ditindaklanjuti,” pungkas La Ode Ashar. (ADV)

Laporan: Med

Potretsultra Potretsultra Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *