DPD Granat Sultra Duga Ada Sindikat di Kasus Pencurian Obat di Dua Rumah Sakit

Keterangan Gambar : Ketua DPD Granat Sultra, LM Bariun

KENDARI – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Anti Narkotika Nasional (Granat) Sulawesi Tenggara (Sultra), Dr LM Bariun SH, MH menyayangkan lemahnya pengawasan obat-obatan di dua Rumah Sakit (RS) di Kendari.

Dua rumah sakit yang dimaksud yakni RS Bahteramas dan RSUD Kota Kendari, menyusul raibnya ribuan ampul obat bius Fentanyl dari gudang logistik farmasi di dua rumah sakit itu.

LM Bariun mengkhawatirkan obat-obatan yang raib itu rawan diperdagangkan atau dimanfaatkan demi meraup keuntungan segelintir orang.

LM Bariun mensinyalir ada sindikat dalam kasus pencurian obat-obatan di dua rumah sakit tersebut.

“Dugaannya ada sindikat, ini yang harus diselidiki oleh kepolisian secara serius untuk mengungkap dalang dalam kasus ini,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (10/04/2025).

Atas persoalan ini lanjut Dr LM Bariun, pihak rumah sakit Bahteramas dan RSUD Kota Kendari harus transparan dalam mengungkap kasus pencurian ini.

LM Bariun mengkhawatirkan dugaan penyalahgunaan obat jenis Fentanyl karena mengandung narkotika yang berbahaya bagi kesehatan.

“Khawatirnya disalahgunakan, padahal jenis obat tersebut terbatas digunakan dokter rumah sakit untuk penyakit tertentu saja,” tukasnya.

Tim Redaksi

Potretsultra Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *