KENDARI – Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) terus bekerja keras dan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak guna mewudkan visi untuk menjadi Perguruan Tinggi yang unggul, inovatif dan bermartabat tahun 2035.
Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan peningkatan indeks kinerja utama Perguruan Tinggi serta menjadi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terbaik, Rektor dan salah seorang dosen, Chairan Zibar L.Parisu, S.Pd. M.Pd mengikuti program yang difasilitasi oleh LLDIKTI Wilayah IX.
Unsultra bersama 67 Perguruan Tinggi dalam lingkup LLDIKTI Wilayah IX melakukan kegiatan Kunjungan kerjasama di Universitas Bina Nusantara, Institut Pertanian Bogor, dan Universitas Gunadarma pada Rabu-Jumat, 10 – 12 Agustus 2022.

Para Pimpinan Perguruan Tinggi Berfoto Usai MoU
Pada Kegiatan ini, peserta menerima materi selayang pandang pencapaian, kebijakan, implementasi MBKM dan melihat berbagai fasilitisai pendukung serta berbagai karya dan inovasi yang ada. Saat kunjungan juga ditandatangani naskah Memorandum of Understanding (MoU) dengan Institut Pertanian Bogor dan Memorandum of Agreement dengan Universitas Bina Nusantara dan Universitas Gunadarma.
Rektor Unsultra, Prof. Dr. Andi Bahrun, M.Sc. Agric merasa bersyukur dan berterima kasih dengan adanya program kegiatan Kunjungan Kerja Sama yang difasilitasi oleh LLDIKTI IX Sultanbatara ini.
Ia mengakui bahwa kegiatan ini sangat besar manfaatnya karena melalui kegiatan ini bisa bersilaturahmi, sharing pengalaman, bisa belajar dan mengetahui kiat dan pengalaman membangun dan memajukan perguruan tinggi.
“Sehingga kita mendapatkan inspirasi dan motivasi untuk melakukan berbagai strategi kebijakan dan program kegiatan serta implentasinya PT guna secara baik kita mempersiapkan mahasiswa Unsultra Menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujar Prof Andi Bahrun dalam keterangan persnya, Sabtu (13/8/2022).

Rektor Unsultra, Prof. Dr. Andi Bahrun (Kanan) Saat Berfoto di Universitas Bina Nusantara
Sehingga Prof Andi Bahrun merasa optimis dan semakin yakin bisa memajukan dan menjadikan Unsultra sebagai perguruan tinggi yang unggul dan terbaik. Ia akan segera melakukan sosialisasi hasil kegiatan kunjungan kerjasama ini agar terjadi perubahan mindset dalam pengelolaan pendidikan tinggi sehingga lebih bersemangat lagi dalam berkinerja terutama dalam implentasi MBKM dan peningkatan indeks kinerja PT.
“Saya mendorong semua unsur pimpinan khususnya Dekan dan Ketua Program Studi agar menindaklanjuti MoU dengan 3 PT tersebut dengan membuat Memorandum of Agreement dengan Fakultas dan Program Studi yang relevan,” ucapnya.

Rektor Unsultra Bersama Para Pimpinan Perguruan Tinggi Lainnya di Universitas Binus
Unsultra juga menyadari bahwa MBKM bukan lagi hanya sekedar program tetapi harus sudah menjadikan gerakan bersama secara bergotong royong untuk mengawinkan dunia akademik dengan dunia kehidupan nyata. Ssejak awal diluncurkan program MBKM, Unsultra telah mempersiapkan regulasi pendukung program MBKM dan telah menginisasi beberapa implementasi MBKM, meskipun disadari masih perlu peningkatan baik dari aspek kuantitas dan kualitasnya dari waktu ke waktu.
Berdasarkan pengalaman selama memimpin Unsultra dan pengalaman kegiatan Kunjungan Kerjasama di Binus, IPB dan Gunadarma, untuk implementasi MBKM dan memajukan Unsultra pada era disrupsi ini unsur Pimpinan, Dosen, dan staf perlu merubah mindset.
“Unsultra perlu melakukan reorientasi kurikulum, mengubah dan menyelaraskan proses pembelajaran, memutahirkan kecakapan dan skill dosen, dan pengembangan keilmuan dan profesi kekinian serta perlu digitalisasi Unsultra,” jelasnya.

Rektor Unsultra, Prof Andi Bahrun (Kanan) Saat Berpose di Gedung Andi Hakim Nasution, Institut Pertanian Bogor
Dalam meresponi dinamika regional, nasional dan dinamika global serta dalam rangka digitalisasi Unsultra, lanjut Prof Andi Bahrun, perlu segera merancang Pendidikan Unsultra 4.0. Jika unsultra ingin menjadi yang terbaik tidak cukup hanya melihat dan mengadopsi “Best Practice” tetapi perlu mendesain dan melakukan “Future Practice”.
“Hal ini tentu tidak mudah, tetapi saya yakin bisa, jika kami mau bekerja keras, kerja cerdas dan kerja tuntas yang dilandasi pengabdian tulus serta tekad kuat untuk menjadi Perguruan Tinggi terbaik. Jika kami mau bertransformasi, berkerja keras, kerja serius dan Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa menghendaki, saya yakin kami bisa menjadi yang terbaik,” pungkasnya.
Laporan: Jubirman























Tinggalkan Balasan