Zakir Rasyidin: Prioritaskan Perlindungan Korban Incest dan Hukum Berat Pelaku

M Zakir Rasyidin (Foto: IST)
Keterangan Gambar : M Zakir Rasyidin (Foto: IST)

JAKARTA – Media Tanah Air dihebohkan dengan berita incest, dimana pelaku dari perbuatan ini adalah ayah, kakak dan adiknya sendiri.

Tentu perbuatan ini mengundang rasa prihatin publik, diantaranya datang dari praktisi hukum Muhammad Zakir Rasyidin. Dalam pesan tertulisnya, Zakir mengapresiasi penegak hukum dalam hal ini pihak kepolisian yang berhasil membongkar praktik Incest atau hubungan badan sedarah yang dilakukan dengan cara paksa dalam kurun waktu yang cukup lama.

“Apalagi perbuatan ini dilakukan ratusan kali, oleh bapak, kakak dan adik sendiri,  tentu perbuatan ini merupakan  perbuatan biadap dan kejih yang hukumanya haruslah hukuman maksimal,” tegas Zakir kepada Potretsultra.com, Minggu (24/2/2019).

Menurut Zakir, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, maka pelaku dapat dijerat melalui UU No 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak pasal 76D dengan hukuman sebagaimana tertera dalam pasal 81 ayat (3) yang ancaman hukumannya 15 tahun penjara ditambah sepertiga dari hukuman maksimal.

Disamping Itu, Kata Zakir, Pemerintah melalui Kementerian terkait harus cepat tanggap terhadap kasus ini, sebab keselamatan psikis jauh lebih utama diprioritaskan untuk membangun kembali semangat hidup korban.

“Ini agar supaya korban tidak terkurung dalam beban traumatik,” tuturnya.

Sebelumnya, polisi menangkap ketiga tersangka di kediaman mereka di wilayah Pringsewu, Lampung. Mereka yang ditangkap adalah ayah kandung korban berinisial M (45) serta kakak berinisial SA (24) dan adik berinisial YF (15). Korban sendiri merupakan perempuan berinisial AG (18).

Ayah kandung korban berinisial M (45), kakaknya berinisial SA (24), dan adiknya, YF (15), berulang kali memperkosa AG di rumah mereka di Pekon Panggung Rejo, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, Lampung. AG tak kuasa melawan karena takut. Selain itu, dia diketahui mengalami keterbelakangan mental. Edi meyakini rata-rata pelaku menyetubuhi korban lebih dari satu kali setiap hari.

“Kakaknya itu sudah menyetubuhi 120 kali dalam setahun, adiknya 60 kali. Kalau bapaknya sudah berulang kali, saya yakin sudah sering,” kata AKP Edi seperti dikutip dari Detik.com.


Laporan: Jubirman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *